SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Februari 2026) — Jembatan Aik Bari 3 di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, dilaporkan mengalami kerusakan berupa penurunan pada bagian oprit (akses masuk jembatan). Namun, kondisi tersebut dipastikan tidak terjadi pada struktur utama jembatan.
Kepastian ini diperoleh setelah Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, didampingi Asisten II Sekda Sumbawa, Lalu Suharmaji, ST., MT., melakukan pengecekan langsung di lokasi, Rabu (11/2/26).
Asisten II Sekda, Lalu Suharmaji, kepada wartawan menjelaskan bahwa penurunan yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor cuaca dan beban kendaraan yang melintas.
“Setelah kita lakukan pengecekan, memang terjadi penurunan di oprit jembatan, jadi bukan pada bagian utama jembatan. Secara umum masih aman, tidak ada keretakan pada struktur. Yang turun hanya bahu jalan,” jelasnya.
Menurutnya, jembatan konvensional beton tersebut masih dalam kondisi layak dan aman dilalui kendaraan, karena tidak ditemukan keretakan pada pondasi maupun badan jembatan.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tetap memberikan atensi serius terhadap kondisi ini. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melaporkan kondisi tersebut kepada Balai Jalan Nasional untuk penanganan lebih lanjut.
Hal ini mengingat Jembatan Aik Bari 3 merupakan satu kesatuan dengan Jembatan Aik Bari 1, 2, dan 4. Bahkan, Jembatan Aik Bari 4 dikenal sebagai jembatan rangka baja terpanjang di NTB dengan panjang mencapai 240 meter.
“Ini tetap menjadi perhatian kami, apalagi 2 sampai 3 bulan ke depan akan memasuki musim panen jagung, di mana arus kendaraan angkut hasil pertanian akan meningkat dan melintasi jembatan ini,” tambahnya, seraya menyebutkan bahwa Jembatan Aik Bari 3 memiliki kapasitas beban hingga 20 ton.
Untuk diketahui, Oprit jembatan adalah bagian jalan pendek yang menjadi penghubung antara badan jalan dengan badan jembatan.
Fungsinya menyamakan tinggi jalan dengan lantai jembatan, menjadi akses masuk dan keluar jembatan, serta menahan timbunan tanah agar tidak longsor di ujung jembatan.
Biasanya oprit dibuat dari timbunan tanah pilihan, dipadatkan berlapis, dan diperkuat dengan pasangan batu, beton, atau bronjong di sisi-sisinya. (SR)






