Kapolres Paparkan Asta Gatra ke Kapolda NTB, Angka Kejahatan di Sumbawa Turun 97 Kasus

oleh -701 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Januari 2026) — Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH, SIK memaparkan kondisi Asta Gatra wilayah hukum Polres Sumbawa kepada Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo, dalam kunjungan kerja Kapolda ke Sumbawa, Jumat (30/1/26).

Dalam paparannya, Kapolres menyampaikan capaian kinerja yang cukup menggembirakan, yakni penurunan angka kriminalitas sebanyak 97 kasus. Jika pada tahun 2024 tercatat 400 kasus, maka pada tahun 2025 turun menjadi 303 kasus.

Meski demikian, Kapolres tetap memberikan atensi khusus terhadap sejumlah isu strategis yang masih menjadi perhatian serius jajaran Polres Sumbawa.

Salah satunya adalah persoalan sengketa lahan terkait eksekusi di Desa Ai Jati, Kecamatan Alas Barat. Permasalahan ini dinilai memerlukan pendekatan kolaboratif karena melibatkan hubungan kekeluargaan antar pihak yang bersengketa.

Selain itu, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) juga masih menjadi kasus yang menonjol. Kapolres menilai, banyak kejadian dipicu oleh kelalaian pemilik kendaraan dalam menjaga keamanan.

Polres Sumbawa juga menyatakan kesiapan dalam mengawal sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Kabupaten Sumbawa, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Merah Putih, hingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo dalam arahannya memberikan penekanan tegas namun humanis kepada seluruh personel Polres Sumbawa.

Kapolda menegaskan pentingnya bekerja dengan niat ibadah demi kebaikan masyarakat dan negara.

“Jangan sakiti masyarakat dan jangan bersikap sombong. Tagline kita jelas: Polri Untuk Masyarakat. Saya minta seluruh personel menjauhi gaya hidup hedonis dan menghindari pelanggaran sekecil apa pun. Hiduplah sesuai kemampuan agar tidak terjebak dalam keinginan yang berujung pada tindak pidana,” tegas Kapolda.

Ia juga menekankan pentingnya konsep 5 Pilar Kolaborasi yang melibatkan Polri, TNI, Pemerintah, Tokoh Masyarakat, dan Swasta sebagai kunci menjaga stabilitas daerah.

Kapolda berharap para pimpinan di Polres Sumbawa mampu menjadi sosok guru sekaligus orang tua yang mampu merangkul dan membina anggotanya, sehingga tercipta institusi kepolisian yang profesional, humanis, dan dicintai masyarakat. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *