Hijaukan Pungkit, Bupati Hentikan Tanam Jagung di Lahan Terjal Olat Cabe

oleh -592 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Januari 2026) — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Safari Penanaman Pohon ke-8 yang digelar di Ai Limung, Dusun Limung, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Selasa (28/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Staf Ahli, para Asisten, Kepala OPD, Ketua GOW, Camat Moyo Utara, jajaran pemerintah desa, serta masyarakat setempat yang turut ambil bagian dalam aksi penghijauan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan di Kabupaten Sumbawa. Ia menyebut kegiatan penanaman pohon ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi langkah awal sosialisasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kondisi hutan.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan penanaman di wilayah Kecamatan Moyo Utara. Cukup ramai, sekaligus kita memberikan sosialisasi awal kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan bahwa mulai tahun depan, wilayah Olat Cabe, Kecamatan Moyo Utara, yang memiliki kemiringan lahan cukup terjal, akan dihentikan dari aktivitas penanaman jagung. Lahan tersebut akan diarahkan untuk ditanami tanaman buah-buahan maupun tanaman kayu yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, penanaman jagung di kawasan dengan kemiringan tinggi sangat berisiko terhadap kerusakan hutan dan mempercepat terjadinya degradasi lahan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi melakukan penebangan hutan secara ilegal. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kata Bupati, telah mencanangkan penghentian penebangan hutan dan membentuk Satgas Perlindungan Hutan Sumbawa.

“Kalau ini kita biarkan, 5 sampai 10 tahun ke depan Sumbawa bisa menjadi seperti kabupaten tetangga yang sudah tandus,” tegasnya.

Bupati Haji Jarot menegaskan bahwa pelestarian hutan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Kita harus bekerja sama menjaga hutan agar tetap lestari,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk beralih dari tanaman jagung di kawasan hutan ke tanaman yang lebih bermanfaat seperti sengon, kemiri, dan berbagai jenis tanaman buah. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan menyiapkan bibit tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi agar masyarakat tetap mendapatkan manfaat tanpa merusak hutan.

“Kita siapkan bibit yang bernilai ekonomi, sehingga masyarakat tidak melakukan penghijauan dengan tanaman yang tidak bisa dipanen,” ungkapnya.

Sebagai bentuk motivasi, Bupati Sumbawa bahkan menjanjikan hadiah seekor sapi bagi masyarakat yang berhasil menanam satu hektar sengon dan tumbuh baik hingga tahun kedua.

“Kalau berhasil satu hektar dan tumbuh bagus di tahun kedua, kita kasih hadiah sapi. Tapi catatannya, sapinya harus dipelihara dengan baik,” pungkasnya. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *