MATARAM, samawarea.com.(14 November 2025) — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong penguatan ekosistem keuangan syariah di daerah. Pada Kamis (13/11/2025), Fungsional Pengawas Koperasi Diskop UKM NTB, H. Muhammad Adhar, mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM NTB, menghadiri kegiatan Sinergitas Peningkatan Inklusi Keuangan Syariah yang digelar oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) NTB.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah. NTB yang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan ekonomi syariah cukup pesat, terus berupaya memastikan inklusi keuangan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan koperasi.
Menurut penyelenggara, agenda ini bertujuan memperkuat sinergi lintas lembaga agar pengembangan keuangan syariah tidak hanya bertumpu pada regulasi, tetapi juga pada implementasi nyata di lapangan.
Diskop UKM NTB menyambut baik upaya ini dan menilai bahwa penguatan inklusi keuangan syariah akan berdampak langsung pada kemajuan pelaku UMKM serta pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Dengan adanya koordinasi dan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan para pelaku UMKM, diharapkan NTB dapat terus menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah yang progresif di Indonesia. (Adv/*)






