MATARAM, samawarea.com (30 November 2025) — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Salman Alfarizi, SH, kembali menegaskan pentingnya pendirian Fakultas Kedokteran (FK) negeri di Pulau Sumbawa. Menurutnya, kehadiran FK tidak sekadar menjawab kebutuhan daerah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pemerataan pembangunan pendidikan dan kesehatan di wilayah timur NTB.
Haji Salman—akrab politisi PAN ini disapa menilai Sumbawa memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat pendidikan kesehatan, terlebih jika dilengkapi institusi kedokteran yang memadai. Legislator dari Dapil V Sumbawa–Sumbawa Barat itu menyebutkan sejumlah alasan yang membuat pendirian FK negeri semakin mendesak.
Pertama, Pemerataan Layanan Kesehatan. Salman menegaskan bahwa FK negeri di Sumbawa akan menjadi solusi penting untuk mengatasi ketimpangan layanan kesehatan. Selama ini, masyarakat di wilayah terpencil masih harus menempuh jarak yang jauh hanya untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.
“Dengan adanya FK di Sumbawa, kebutuhan tenaga dokter akan lebih cepat terpenuhi. Dan yang paling bagusnya lagi, masyarakat kita tidak perlu lagi harus jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Kedua, Peningkatan Kualitas SDM Daerah. Keberadaan FK juga dinilai dapat membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah. Mereka dapat menempuh pendidikan kedokteran tanpa harus keluar pulau, sehingga kualitas sumber daya manusia lokal dapat meningkat dan mendorong lebih banyak tenaga medis kembali mengabdi di daerahnya.
Ketiga, Mendorong Perkembangan UNSA. Haji Salman menyatakan bahwa pendirian FK sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTB yang tengah mengupayakan penegerian Universitas Samawa (UNSA). Menurutnya, kehadiran fakultas kedokteran akan memberi nilai strategis bagi UNSA untuk berkembang sebagai perguruan tinggi negeri yang lebih kompetitif.
Keempat, Solusi Kekurangan Tenaga Medis. Kekurangan tenaga dokter, terutama di wilayah terpencil, masih menjadi persoalan nasional. Salman menilai FK negeri di Sumbawa dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis, sekaligus memperkuat layanan kesehatan hingga tingkat desa.
Kelima, Dampak Ekonomi dan Pembangunan Daerah. Ia juga meyakini bahwa keberadaan FK akan membawa dampak luas, tidak hanya untuk sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas akademik kedokteran dapat mendorong pertumbuhan UMKM, penyediaan tempat tinggal, serta berbagai layanan penunjang lainnya.
“Jika pendidikan dan kesehatan berjalan maksimal, maka pembangunan daerah akan jauh lebih baik ke depannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Haji Salman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB, terutama gubernur, yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan dan kesehatan di Pulau Sumbawa. Ia memuji langkah pemprov yang mendorong penegerian UNSA serta mengupayakan peningkatan status RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dari tipe C menjadi tipe B.
Dengan serangkaian dukungan itu, Ia berharap rencana pendirian FK negeri di Sumbawa dapat segera direalisasikan. Ia menegaskan bahwa kehadiran FK bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga merupakan investasi besar bagi masa depan Pulau Sumbawa. (SR)






