Wakil Ketua DPRD KSB Badarudin Duri Apresiasi Peti Puspitasari, Pengusaha Permen Susu Inspiratif yang Raup Puluhan Juta Rupiah per Bulan

oleh -161 Dilihat

Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 17/10/2025) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badarudin Duri, memberikan apresiasi tinggi kepada Peti Puspitasari, salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal KSB yang sukses mengembangkan usaha permen susu lokal hingga mampu meraup keuntungan puluhan juta rupiah per bulan.

Menurut Badarudin, keberhasilan Peti menjadi contoh nyata bahwa masyarakat Sumbawa Barat memiliki potensi besar untuk mandiri dan berdaya secara ekonomi tanpa harus bergantung pada sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.

“Saya sangat mengapresiasi perjuangan Ibu Peti Puspitasari. Di tengah keterbatasan, beliau mampu membuktikan bahwa dengan kerja keras, kreativitas, dan komitmen, usaha kecil pun bisa berkembang besar dan memberi dampak ekonomi yang nyata. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat KSB bisa berdiri di kaki sendiri,” ujar Badarudin dalam keterangannya kepada media, (17/10/2025).

Ia menambahkan, apa yang dilakukan Peti Puspitasari harus menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk berani berwirausaha. Terlebih, menurut Badarudin, KSB harus mulai bersiap menghadapi berakhirnya kontrak Tambang Batu Hijau pada tahun 2030, yang selama ini menjadi penyumbang utama perputaran ekonomi di daerah.

“Kita semua tahu bahwa kontrak Tambang Batu Hijau akan berakhir pada 2030. Dampaknya tentu besar terhadap ekonomi daerah. Karena itu, mulai sekarang kita harus menyiapkan langkah antisipatif, salah satunya dengan memperkuat sektor ekonomi lain, termasuk pengembangan UMKM seperti yang dilakukan oleh Peti,” tegasnya.

Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat itu juga menyoroti pentingnya peran Pemerintah Daerah dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Sumbawa Barat. Ia berharap Bupati KSB bersama jajaran dinas terkait dapat memberikan pembinaan serius dan berkelanjutan kepada pelaku UMKM agar lebih banyak lagi “Peti-Peti” baru yang lahir dari daerah tersebut.

“Kami meminta Pemerintah Daerah, khususnya Bupati, agar bisa melahirkan lebih banyak pengusaha seperti Ibu Peti. Dengan pembinaan yang serius dan dukungan kebijakan yang tepat, saya yakin Sumbawa Barat bisa berdiri sendiri tanpa harus bergantung pada PT. AMMAN, bila nanti aktivitas pertambangan benar-benar berhenti,” kata Badarudin.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Peti merupakan bukti bahwa sektor non-tambang, seperti industri olahan hasil ternak dan pertanian, memiliki prospek cerah jika dikembangkan secara serius. Produk permen susu buatan Peti bahkan mulai dikenal luas di pasar lokal dan memiliki potensi untuk menembus pasar regional.

“Kita memiliki sumber daya yang melimpah. Susu sapi, madu, kelapa, dan hasil bumi lainnya bisa menjadi bahan baku industri lokal. Jika UMKM seperti Peti terus tumbuh, saya yakin ekonomi KSB akan semakin kuat dan berdaya tahan,” ujarnya menutup pernyataan.

Dengan kisah sukses Peti Puspitasari dan dukungan dari berbagai pihak, harapan besar kini tumbuh agar Sumbawa Barat mampu bertransformasi menjadi daerah yang mandiri, produktif, dan tidak lagi menggantungkan nasibnya pada sektor tambang semata

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *