SUMBAWA BESAR, samawarea.com (20 Oktober 2025) – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., bersama Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Minggu (19/10/2025), dalam rangka meninjau progres pembangunan infrastruktur strategis.
Kunjungan ini disambut Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, Sumbawa. Turut hadir dalam penyambutan ini jajaran Forkopimda Kabupaten Sumbawa dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU meninjau langsung Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 5 Sumbawa serta Bendungan Beringin Sila. Tak hanya itu, Menteri Dody Hanggodo bersama Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa sebelumnya juga melakukan peninjauan udara menggunakan helikopter, menyasar beberapa ruas jalan prioritas seperti Jalan Samota dan Jalan Batu Dulang–Tepal, yang masuk dalam Instruksi Presiden Jalan Daerah (Inpres JD).
Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat dan provinsi dalam mendorong pemerataan pembangunan antara Pulau Lombok dan Sumbawa.
Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur seperti bendungan, jaringan irigasi, dan akses jalan, khususnya karena Sumbawa merupakan salah satu sentra pangan nasional.
“Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Sumbawa, menjadi lumbung pangan nasional. Maka penting untuk memastikan infrastruktur penunjangnya tersedia dengan baik,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Menteri PU menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa belum termasuk dalam tahap pertama pembangunan permanen Sekolah Rakyat. Namun, ia berkomitmen mendorong agar Sumbawa masuk dalam tahap kedua yang akan dimulai dalam waktu dekat.
“Target kami antara 2025 hingga 2027, ada 200 Sekolah Rakyat permanen dibangun. Kabupaten Sumbawa menjadi prioritas karena banyak anak-anak di daerah perbukitan yang sulit mengakses pendidikan,” jelas Menteri PU.
Dalam sektor jalan, Menteri Dody mengungkapkan bahwa dari lima ruas jalan yang diusulkan Pemkab Sumbawa, tiga telah disetujui masuk dalam tahap pertama Inpres JD. Sementara dua lainnya masih dalam proses untuk diusulkan pada tahap selanjutnya di tahun 2026.
“Kami pahami kondisi geografis dan urgensi di Sumbawa. Tapi semua harus melalui proses skala prioritas, atas dasar usulan resmi dari bupati dan gubernur,” imbuhnya.
Kunjungan ini diharapkan membawa angin segar bagi masyarakat Sumbawa yang selama ini menantikan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur di wilayah mereka. (SR)






