MATARAM, samawarea.com (26 Oktober 2025) – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kegiatan monitoring lapangan di empat kabupaten, yakni Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 23–25 Oktober 2025 ini, dalam rangka memastikan pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non Rawa Tahun 2025 berjalan sesuai rencana. Tujuannya untuk mengevaluasi perkembangan fisik konstruksi, kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen perencanaan, serta mengidentifikasi berbagai kendala teknis maupun administratif di lapangan.
Selain memastikan ketepatan pelaksanaan program, monitoring ini juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas lahan pertanian agar petani dapat menanam lebih dari satu kali dalam setahun, sekaligus meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Program OPLAH diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah serta memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Saat di Kabupaten Lombok Tengah, Plt. Kadistanbun NTB mendapati progres pelaksanaan konstruksi telah mencapai 40 persen. Konsultan pengawas, Ardani, menyampaikan bahwa pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir November 2025 meskipun terdapat kendala cuaca akibat musim hujan. “Kami optimis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target waktu,” ujarnya.
Sementara itu, di Kabupaten Lombok Timur, kegiatan OPLAH dilaksanakan salah satunya di Desa Beriri Jarak dengan menggunakan metode perpipaan. Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Lombok Timur menjelaskan bahwa pipa sepanjang 400 meter yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh petani akan disambung sehingga kapasitas irigasi meningkat.
Kemudian di Kabupaten Sumbawa Barat, kegiatan OPLAH Non Rawa masih dalam tahap awal. Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian setempat menyampaikan bahwa proses pencairan anggaran baru dilakukan pada awal pekan, dan hingga saat ini tim masih dalam tahap penyiapan material konstruksi.
Hasil Pengecekan dilapangan, konsep kegiatan hampir sama dengan Lombok Timur, namun di KSB pembangunan saluran irigasi menggunakan pasangan batu, bukan sistem perpipaan. ditargetkan pada minggu kedua November sudah ada progres signifikan yang bisa dilaporkan ke provinsi.
Berbeda dengan kabupaten lainnya, pelaksanaan OPLAH di Kabupaten Sumbawa menggunakan konsep sumur resapan besar menyerupai embung untuk menampung air permukaan, menyesuaikan dengan kondisi geografis wilayah setempat. Terdapat tiga sumur besar yang dibangun dengan jarak sekitar 200 meter antar sumur.
Ketua Kelompok Tani Orong Panan, Abdul Manan, menyampaikan dampak positif program ini bagi petani. “Dulu kami hanya bisa menanam sekali setahun. Alhamdulillah, setelah adanya sumur resapan ini kami sudah bisa menanam dua kali, bahkan berencana tiga kali setahun. Ini sangat membahagiakan bagi kami,” ujarnya penuh semangat. (SR)






