LOMBOK UTARA, samawarea.com (4 September 2025) – Hingga kini, pelaku pembunuhan terhadap seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang ditemukan meninggal dunia di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, belum berhasil diungkap. Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara terus melakukan penyelidikan mendalam atas kasus tragis yang terjadi pada Rabu, 27 Agustus 2025 tersebut.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Lombok Utara, Made Wiryawan, S.H., menegaskan bahwa hingga saat ini tim penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) masih bekerja keras untuk mengungkap identitas pelaku.
“Informasi yang menyebutkan adanya pelaku yang telah diamankan itu tidak benar. Yang diamankan kemarin itu terkait kasus lain, bukan kasus pembunuhan di Pantai Nipah,” ujar Made saat dikonfirmasi, Kamis (4/9/2025).
Ia memastikan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan secara maksimal. Sejumlah pihak yang masuk dalam daftar terduga telah dicatat, namun status mereka masih dalam tahap penyelidikan awal.
“Yang pasti, Satreskrim masih terus bekerja. Daftar terduga sudah ada, tapi belum bisa disimpulkan. Kami terus berupaya untuk mengungkap kasus ini secepat mungkin,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya penyelidikan, Satreskrim Polres Lombok Utara juga telah mengirim sejumlah barang bukti ke Laboratorium Forensik di Bogor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini dilakukan karena fasilitas forensik yang dibutuhkan belum tersedia di wilayah Nusa Tenggara Barat maupun Bali.
“Tim kami sudah berada di Bogor untuk melakukan uji laboratorium terhadap hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan barang bukti lain yang ditemukan. Pemeriksaan laboratorium ini penting untuk mengungkap secara ilmiah penyebab kematian korban,” jelas Made.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak laboratorium untuk mempercepat hasil otopsi dan uji forensik guna memberikan kejelasan kepada masyarakat, terutama keluarga korban.
“Nantinya, jika hasil dari laboratorium dan otopsi sudah keluar, akan kami sampaikan kepada publik secara transparan,” pungkasnya. (SR)






