Kolosal! 175 Siswa SD Tampil Memukau di Pementasan Akhir Program Museum Bala Datu Ranga

oleh -645 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 September 2025) – Sebanyak 175 siswa dari delapan sekolah dasar di Kecamatan Sumbawa sukses memukau penonton dalam Pementasan Akhir Program Belajar Bersama Seniman dan Praktisi (BBSP) yang digelar di Museum Bala Datu Ranga, Minggu (7/9/2025).

Penampilan kolosal ini menjadi penanda berakhirnya proses belajar selama dua bulan bersama para seniman tradisi Sumbawa.

Acara yang digelar di pelataran budaya Tomanto ini menghadirkan penampilan spektakuler dari siswa-siswa terpilih SD Negeri 1, 4, 6, 8, 10, 14 Sumbawa, SD Negeri Samapuin, serta MI Al-Ma’arif. Mereka tampil dalam lima jenis kesenian tradisional Sumbawa: Sakeco Rame, Gong Genang, Satera Jontal, Tari Nguri, dan Badede Bangandang Malangko.

Salah satu sorotan utama adalah pertunjukan Tari Nguri yang ditampilkan secara kolosal oleh 48 siswi, menjadikannya pertama kali tarian ini dipentaskan dalam jumlah besar di Sumbawa. Dipandu seniman muda Meilanie Fitria, S.Pd., M.Sn., para penari tampil anggun dalam balutan busana adat Sumbawa.

“Biasanya Tari Nguri hanya ditampilkan oleh lima orang. Ini sejarah baru. Kolosal dan penuh semangat,” ujar Abdul Hakim, S.Pd., pengampu bidang Satera Jontal, yang juga melahirkan 22 penulis aksara lokal Tana Samawa dari program ini.

Acara ini dihadiri Bupati Sumbawa, Ir. Syarafuddin Jarot, MP, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program BBSP.

“Saya bangga melihat anak-anak kita tampil luar biasa. Ini bukti bahwa mereka mampu belajar seni tradisi dengan serius. Kami akan terus mendukung keberlanjutan program ini,” tegas Bupati.

Dukungan serupa disampaikan wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., yang turut hadir bersama jajaran DPRD lainnya. Ia berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Museum Bala Datu Ranga dan Studio Kronik Sumbawa.

“Kami akan bantu fasilitasi ruang-ruang kreatif seperti mini cinema, galeri seni, dan panggung pertunjukan agar generasi muda Sumbawa punya ruang untuk berekspresi dan melestarikan budaya,” katanya.

BBSP merupakan program publik Museum Bala Datu Ranga yang bertujuan untuk melakukan regenerasi seniman muda dalam kesenian tradisional Sumbawa. Program ini didukung Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP melalui hibah yang diberikan kepada museum.

Direktur Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A., mengungkapkan rasa bangga dan haru atas antusiasme peserta dan dukungan semua pihak.

“Alhamdulillah, setidaknya lahir 175 generasi baru pewaris seni tradisional Sumbawa. Semoga tahun depan program ini bisa berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah,” harapnya.

Meski program BBSP tahun ini resmi ditutup, harapan besar telah tertanam di hati para siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Setiap sekolah peserta kini telah memiliki tim seni tradisi yang siap melanjutkan perjuangan menjaga warisan budaya Samawa.

Museum Bala Datu Ranga pun berharap sinergi antara pemerintah, legislatif, dan sektor swasta terus mengalir demi masa depan seni dan budaya Sumbawa. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *