DKP Sumbawa Tegaskan Udang dari Sumbawa Aman dan Bebas Paparan Logam Berat

oleh -1023 Dilihat
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi, MT

Terkait Temuan FDA AS Udang Beku dari Indonesia Terpapar Isotop Radiaktif

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Agustus 2025) – Kabar menghebohkan mengguncang bidang perikanan Indonesia. Pasalnya, Amerika Serikat menarik udang impor dari RI, sebab terkontaminasi Isotop Radioaktif, Cesium-137. Karenanya Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) melarang masyarakat mengonsumsi, membeli, dan menjual produk udang beku yang diimpor dari Indonesia.

FDA juga mengimbau konsumen yang telah membeli produk itu agar segera membuangnya dan meminta distributor maupun penjual berhenti menjual di pasaran.

Kabar yang kurang bagus ini terasa di Sumbawa. Sebab Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu produsen udang terbesar di NTB dan pemasok untuk pasar dunia.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmad Hidayat S.Pi., MT yang dikonfirmasi Jumat (22/8) mengakui adanya informasi tersebut. Namun Ia membantah jika udang yang terkontaminasi zat berbahaya itu berasal dari Sumbawa.

Selama ini ungkap Dayat—sapaan Kadis low profil ini, DKP Provinsi rutin melakukan pengujian laboratorium dengan cara mengambil sampel di beberapa tambak intensif di wilayah Sumbawa. Dan selama ini hasil uji labnya aman. Artinya, sudah bebas dari penyakit, logam berat, dan residu, serta tidak tercemar bahan kimia seperti formalin atau antibiotik.

Untuk itu, sambung Dayat, larangan yang dikeluarkan Pemerintah AS, tidak berkaitan dengan produksi udang di Sumbawa. “Insya Allah tidak, sesuai berita terpaparnya bukan diproses produksi atau budidaya namun pada kegiatan prosesing (Cold Storage) eksportirnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono memberikan penjelasan terkait produk udang beku yang diproses oleh perusahaan asal Indonesia, PT Bahari Makmur Sejati atau BMS Food terkontaminasi Cs-137 saat masuk ke Amerika Serikat (AS).

Trenggono menyebutkan, sedikitnya ada empat kontainer produk udang beku yang terkontaminasi Cs-137 alias isotop radioaktif cesium.

Pihaknya mengklaim, bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sudah melakukan pengecekan dari hulu. Namun saat sampai di pabrik, pihaknya menemukan produk udang beku itu terkena pencemaran udara.

Menurut Trenggono, di sekitar PT Bahari Makmur Sejati itu memang terdapat pabrik peleburan baja. Dia menilai, produk udang beku yang diproses oleh PT Bahari Makmur Sejati terpapar cemaran dari pabrik tersebut. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *