SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10 Juli 2025) – Sebanyak 20 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 1 Lopok, Kabupaten Sumbawa, mengikuti kegiatan Sumbawa Democracy Forum 2025, di Aula SMPN 1 Lopok, Selasa, 8 Juli 2025.
Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Malang dengan SMPN 1 Lopok, dan menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kewargaan sejak usia dini.
Kepala SMPN 1 Lopok, Anwar, S.Pd., menyambut baik kegiatan ini. Ia menyebut forum tersebut sebagai wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan di daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran kampus di tengah masyarakat, khususnya dalam memperkaya perspektif siswa dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Temanya sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini, terutama dalam hal literasi kewargaan agar mereka tidak terjerumus pada tindakan negatif,” ujar Anwar.
Ia menambahkan bahwa sekolah terus menanamkan nilai moral melalui berbagai kegiatan rutin seperti salam-senyum-sapa, sholat Dhuha dan Dzuhur berjamaah, infak harian, hingga kegiatan Imtaq setiap Jumat.
“Semua ini adalah bentuk pembiasaan nilai positif yang diharapkan menjadi benteng moral bagi siswa ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina OSIS SMPN 1 Lopok, Roswati, S.Kom., yang turut hadir dalam forum tersebut, menilai bahwa kegiatan ini sangat penting dan kontekstual.
“Merosotnya akhlak siswa dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian kita bersama. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan kampus seperti ini adalah langkah strategis yang perlu terus diperluas,” tegas Roswati.
Sumbawa Democracy Forum 2025 yang dikemas dalam bentuk dialog dan diskusi interaktif menghadirkan suasana yang menarik dan edukatif bagi para peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat toleransi, tanggung jawab, empati, dan semangat kebangsaan dalam diri pengurus OSIS.
Usai kegiatan, para siswa diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta lebih memahami peran mereka sebagai generasi penerus yang Pancasilais dan demokratis. (SR)
.






