Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 24/7/2025) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat peran sosialnya dalam memberikan layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Melalui program KSB Maju Kesehatan, rumah sakit ini telah memberikan berbagai bentuk bantuan layanan kepada ratusan warga yang membutuhkan, mulai dari layanan ambulans, bantuan biaya pendamping, hingga pemulangan jenazah.
Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr. Carlof, dalam keterangannya menyampaikan bahwa data hingga 21 Juli 2025 mencatat setidaknya 372 warga telah mendapatkan layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans, sebagai bentuk respon cepat rumah sakit terhadap kondisi gawat darurat di tengah masyarakat. Layanan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk menjangkau warga secara langsung, terutama dalam situasi darurat medis.
Tak hanya itu, RSUD Asy-Syifa’ juga memfasilitasi 159 warga dalam bentuk bantuan biaya pendamping pasien, terutama bagi keluarga pasien dari kalangan tidak mampu. Menurut dr. Carlof, bantuan ini sangat penting agar pasien tetap mendapatkan dukungan moril dan logistik dari keluarga selama menjalani perawatan.
“Pendamping sangat berperan dalam proses penyembuhan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit bersama Pemda Sumbawa Barat melalui program KSB Maju Kesehatan memastikan mereka yang membutuhkan tetap bisa mendampingi keluarganya tanpa terbebani secara finansial,” jelasnya.
Sementara itu, dalam hal pemulangan jenazah, RSUD Asy-Syifa’ mencatat telah membantu proses pemulangan untuk 34 jenazah, yang terdiri dari 7 jenazah dari luar wilayah Sumbawa Barat dan 27 jenazah dari internal RSUD Asy-Syifa’ sendiri. Layanan ini diberikan untuk menjamin penghormatan terakhir yang layak bagi warga yang telah meninggal dunia, serta meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Tidak hanya itu, RSUD Asy-Syifa’ juga mencatat ada 1 orang pasien yang menerima bantuan biaya ambulans rujukan karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Selain itu, terdapat 97 pasien yang mendapatkan bantuan talangan biaya ambulans rujukan, untuk memastikan mereka tetap dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap tanpa terhambat persoalan biaya transportasi.
dr. Carlof menegaskan bahwa seluruh bantuan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen RSUD Asy-Syifa’ dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.
“Semua data ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan komitmen kami dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses terhadap layanan kesehatan. Prinsip dasar kami adalah melayani dengan hati, bukan hanya mengobati, tetapi juga menguatkan,” tegasnya.






