MATARAM, samawarea.com (4 Juli 2025) – Museum Bala Datu Ranga (Museum BDR) dan Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat (Museum NTB) menandatangani Surat Kesepakatan Kerjasama (Memorandum of Agreement/MoA) terkait dengan pelestarian dan pemajuan kebudayaan melalui museum, kemarin.
Bertempat di Museum NTB, Kepala Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A. dan Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, SH., MH sebelumnya mengadakan diskusi bersama staf kedua museum terkait dengan kegiatan-kegiatan apa yang bisa dikolaborasikan oleh kedua museum.
“Museum kami masih tergolong museum baru, namun kami punya cita-cita bisa berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan Sumbawa melalui museum. Untuk itulah kami bersilaturrahmi, berdiskusi, dan alhamdulillah bisa menandatangani Surat Kesepakatan Kerjasama (SKK) dengan Museum NTB sebagai senior kami di bidang permuseuman,” tutur Kepala Museum BDR.
Museum BDR merupakan museum khusus yang menempati Bangunan Cagar Budaya (BCB) Bala Datu Ranga yang dibangun pada tahun 1886. Artinya rumah panggung tradisional berornamen khas Sumbawa ini berusia hampir 140 tahun.
Selain menjalankan kegiatan regulernya sebagai museum, Museum BDR memiliki beberapa program publik antara lain Program Museum Bergerak, Movie at the Museum, Podcast di Museum (PODEUM), Sumbawa Heritage Walk (Jelajah Warisan Budaya di dalam kota), dan Belajar Bersama Seniman-Praktisi yang semuanya telah dimulai bulan Mei lalu.
Sejak mendapatkan Nomor Pendaftaran Museum Nasional (NPNM) dari Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek RI pada tanggal 20 Maret 2024 lalu, Museum BDR langsung berbenah terutama dalam hal tata kelola museum yang terdiri dari penguatan kelembagaan, perumusan visi misi museum, pengelolaan koleksi, perancangan storyline dan tata pamer museum, maupun promosi dan kolaborasi museum dengan berbagai pihak, salah satunya Museum NTB.
“Kami mencoba mengubah cara pandang masyarakat tentang museum yang selama ini mungkin masih identik dengan anggapan bahwa museum adalah ‘gedung tua tempat penyimpanan benda-benda kuno”. Museum adalah sebuah oase pengetahuan tentang warisan budaya terutama tentang memori kolektif yang dapat digali ceritanya dari benda-benda yang dikoleksi oleh museum tersebut. Semoga dengan adanya kerjasama dengan Museum NTB yang sudah senior, kami bisa berkembang dan menjadi salah satu oase pengetahuan budaya lokal di Sumbawa maupun di NTB,” sambung Yuli Andari.
Salah satu poin kerjasama yang akan dilakukan dengan Museum NTB adalah pendampingan terkait dengan perawatan koleksi museum. Museum NTB akan menghibahkan bahan-bahan perawatan koleksi kepada Museum BDR dan akan mendampingi tenaga konservasi koleksi (staf konservator) di Museum BDR dalam menggunakan bahan-bahan tersebut sesuai dengan SOP konservasi koleksi museum.
Selain itu, Museum NTB juga akan mengadakan kolaborasi program publik di Museum BDR pada saat peresmian tata pameran museum oleh Menteri Kebudayaan, akhir Agustus mendatang. (SR)






