SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Juni 2025) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, melontarkan ketidakpuasannya terhadap lambannya serapan anggaran di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Aula H. Madilaoe ADT, Kamis (5/6), Bupati menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk segera “tancap gas”.
Hingga 31 Mei 2025, realisasi belanja daerah baru mencapai 25,84% dari total anggaran sebesar Rp 2,45 triliun. Sementara pendapatan daerah menyentuh 28,81%, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru terealisasi sebesar 20,90%.
“Angka-angka ini, jujur saja, belum memuaskan. Kita bicara tentang uang rakyat, kepercayaan rakyat, dan masa depan daerah ini. Maka evaluasi ini harus kita hadapi dengan jujur dan penuh tanggung jawab,” tegas Bupati Jarot dalam sambutannya.
Menurut Bupati, setiap rupiah dalam APBD adalah harapan masyarakat. Tidak boleh membiarkan anggaran ini hanya jadi angka di atas kertas. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi alasan klasik ‘waktu tidak cukup’ menjelang akhir tahun.
Bupati menegaskan bahwa APBD adalah milik rakyat. “Kita hanya dititipi untuk mengelolanya sebaik mungkin. Jangan biarkan uang rakyat tidur di rekening kas daerah, ubah jadi jalan, irigasi, pelayanan kesehatan, dan pelatihan UMKM,” tandasnya.
Meski demikian, Bupati tetap mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2024 dari BPK RI. Ia menekankan bahwa raihan ini adalah standar minimum yang wajib dipertahankan, bukan menjadi zona nyaman.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati, Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala OPD, para Camat, serta jajaran pejabat teknis lainnya di lingkungan Pemkab Sumbawa. (SR)






