Kabupaten Layak Anak, Wabup: ini Bukan Soal Predikat, Tapi Prinsip

oleh -583 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 Juni 2025) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan layak bagi anak-anak. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Verifikasi Lapangan Hybrid Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sumbawa, Rabu (4/6).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bersama jajarannya, termasuk Asisten II, Kepala Bappeda, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, kepala OPD terkait, Tim Verifikator dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Kepala Dinas P2KBP3A Sumbawa, serta para anggota Gugus Tugas KLA Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutan yang disampaikan secara daring, Asisten Deputi Perumusan Koordinasi Kebijakan Bidang Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Dwi Lalu Atmanto, SE., MAB, menegaskan bahwa Kabupaten Layak Anak adalah sebuah sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak-anak.

“Melalui evaluasi ini, kita bisa melihat sejauh mana komitmen dan tanggung jawab pemangku kepentingan dalam melindungi anak-anak di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pemenuhan 24 indikator dalam 5 klaster utama KLA, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, serta perlindungan khusus. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi NTB dalam proses evaluasi ini.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas KLA Tingkat Provinsi NTB Bidang Pemenuhan Hak Anak, Himmiatul Ammanah, SKM., MM., menambahkan bahwa pencapaian status Kabupaten Layak Anak adalah keniscayaan yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Perlindungan terhadap hak anak adalah investasi masa depan dan landasan utama dalam pembangunan berkelanjutan. Forum ini bukan sekadar evaluasi, tetapi momentum untuk menggerakkan semua stakeholder,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyambut baik proses verifikasi sebagai bagian dari upaya menjadikan Sumbawa sebagai kabupaten yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak.

“Kami telah berusaha maksimal untuk memenuhi berbagai indikator, mulai dari sekolah ramah anak, pesantren, rumah ibadah, hingga puskesmas. Kami ingin memastikan bahwa pemenuhan hak anak tidak hanya menjadi catatan administratif, tapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumbawa,” ujarnya.

Wabup Ansori menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Namun, pihaknya terus berupaya memperkuat program perlindungan anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Apapun hasil dari verifikasi ini, kami tetap berkomitmen melanjutkan program pemenuhan hak anak. Bagi kami, perlindungan anak bukan soal predikat, tapi prinsip. Bukan soal gelar, tapi gerakan yang terus hidup hingga pelosok dusun,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen kuat dari seluruh elemen, Kabupaten Sumbawa menegaskan langkahnya menuju daerah yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak-anak, demi masa depan yang lebih baik. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *