SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2 Juni 2025) – Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Senin (2/6). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan kerja dari wilayah Kabupaten Sumbawa Barat yang dilakukan sehari sebelumnya.
Didampingi Danrem 162/Wira Bhakti serta jajaran staf, Mayjen Piek Budyakto disambut langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori di Makodim 1607/Sumbawa. Ikut mendampingi Dandim 1607 Sumbawa, Letkol CZI Eko Cahyo Setiawan SE., M.Han, Kajari Sumbawa, Hendi Arifin SH, Wakapolres Kompol Ricky Yuhanda SIK, Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH. dan Kepala Bulog, Zuhri Hanafi
Saat diwawancarai media ini, Pangdam menyampaikan sejumlah agenda strategis yang menjadi fokus kunjungannya, termasuk rencana pembangunan Pangkalan Batalyon Teritorial Pembangunan dan fasilitas pengeringan gabah modern atau Solar Dryer Dome (SDD).
“Kami meninjau lokasi pembangunan pangkalan Batalyon Teritorial seluas 60 hektare yang nantinya bertugas membantu masyarakat, termasuk dalam hal ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi,” ungkap Mayjen Piek Budyakto.
Selain itu, Pangdam menyoroti program strategis dari Kementerian Pertahanan yakni pembangunan Solar Dryer Dome sebagai fasilitas permanen untuk membantu petani dan Bulog dalam menjaga kualitas gabah. Dengan fasilitas ini, diharapkan harga jual gabah tetap stabil di kisaran Rp 6.500 per kilogram.
“Saat ini, di Kabupaten Sumbawa terdapat delapan unit SDD, masing-masing mampu menampung hingga 30 ton gabah. Fasilitas ini sangat vital untuk menjaga daya tahan gabah terhadap kekeringan,” jelas Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan bahwa Kodim 1607/Sumbawa telah mencatat pencapaian luar biasa dalam penyerapan hasil panen petani, yakni hingga 200% dari target, menjadikan NTB sebagai salah satu wilayah surplus beras nasional dengan kontribusi sebesar 19%.
Ke depan, Kodim juga akan melaksanakan pendampingan terhadap petani, mulai dari penanaman hingga panen, sebagai bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung swasembada pangan. Tidak hanya itu, pembangunan Batalyon Teritorial juga akan difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai karakteristik wilayah.
“Karakteristik masyarakat Sumbawa yang kuat di sektor pertanian dan peternakan akan menjadi perhatian kami. Pendampingan ini tidak hanya untuk menjaga surplus beras, tapi juga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat setempat,” tegas Pangdam.
Dengan sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertahanan, program ketahanan pangan nasional diharapkan dapat tercapai lebih cepat dari target empat tahun menjadi hanya dua tahun. (SR)






