Bantu Jarot—Ansori, Kantor Staf Kepresidenan Siap Kawal Usulan Bendungan Kerekeh

oleh -2031 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Mei 2025) — Pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden (KSP) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh percepatan pembangunan Bendungan Kerekeh yang menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot MP dan Drs. H. Mohamad Ansori.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung Tim KSP, Mayjen (Purn) TNI (Purn) Agus Dhani Mandaladikari didampingi Mayjend TNI (Purn) Damar Teguh Santoso, dan Mayjen TNI (Purn) Dedi Rusdianto kepada samawarea.com di Lobi Kantor Bupati Sumbawa, Rabu, 21 Mei 2025.

Mayjen (Purn) Agus Dhani mengaku baru saja bertemu Bupati Sumbawa. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Haji Jarot menegaskan pentingnya keberadaan Bendungan Kerekeh sebagai infrastruktur strategis untuk pengairan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat.

Permasalahan yang kami catat hari ini akan kami bawa ke pusat. Kami akan mendorong realisasinya melalui kementerian dan lembaga terkait,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mayjen (Purn) Agus Dhani menekankan bahwa kunjungan mereka ke Sumbawa bertujuan mengidentifikasi hambatan pelaksanaan program pemerintah pusat di daerah. Salah satunya adalah percepatan pembangunan Bendungan Kerekeh yang telah lama menjadi harapan masyarakat Sumbawa.

Bendungan Kerekeh termasuk dalam upaya mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional. KSP hadir untuk memastikan program strategis seperti ini bisa berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Seperti diberitakan samawarea, Bendungan Kerekeh yang merupakan proyek strategis multiguna direncanakan dibangun di Dusun Selang, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, memiliki sejumlah fungsi vital.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian hingga 4.500 hektare, bendungan ini juga dirancang untuk mengendalikan banjir, menyediakan air baku, pembangkit listrik mikrohidro sebesar 270 KW, serta menjadi daya tarik pariwisata baru.

Dengan kapasitas tampung efektif mencapai 31,58 juta meter kubik, bendungan ini akan memiliki tinggi 61 meter dan panjang 723 meter. Lokasinya berada pada koordinat X = 542776,623 dan Y = 9053457,376.

Sejumlah tahapan studi telah dilalui sejak 2008 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, mulai dari pra-studi kelayakan, studi kelayakan (2013), desain rinci dan model uji (2014), perencanaan LARAP (2015), hingga studi AMDAL (2019). Sertifikasi desain ditargetkan rampung pada tahun 2020 lalu, dan pembangunan fisik seharusnya dimulai pada 2021.

Pemkab Sumbawa juga telah menunjukkan komitmen kuat dengan melakukan koordinasi intensif bersama BBWS NT I dan Kementerian PUPR, serta sosialisasi kepada warga terdampak. Total lahan yang dibutuhkan sekitar 300,49 hektare, terdiri atas lahan pertanian (74 hektare), tegalan (125 hektare), dan kawasan hutan (141 hektare).

BBWS NT I disebut siap membantu penyelesaian berbagai proses perizinan dan teknis, terutama untuk lahan yang berada dalam kawasan hutan. Dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan Bendungan Kerekeh diharapkan segera terealisasi, membawa manfaat luas bagi masyarakat Sumbawa dan memperkuat ketahanan air serta pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *