Cukup Besar Konstribusi PT SJR dari Penjualan Emas dan Perak untuk Daerah dan Masyarakat Sumbawa

oleh -2984 Dilihat
Kepala Teknik Tambang PT SJR, Indra Prana yang didampingi CSR Departement Head, Gatot Arie Setyanto dan Lukman Mubarak selaku Humas.

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 April 2025) – Kepala Teknik Tambang PT Sumbawa Juta Raya (SJR), Indra Prana, menjelaskan sejumlah kontribusi yang telah diberikan perusahaan kepada pemerintah dan masyarakat sekitar, khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Dalam penjelasannya, Indra mengungkapkan bahwa kontribusi utama perusahaan terkait dengan sektor keuangan, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan dan sosial.

“Kontribusi kami tidak hanya dalam hal pembayaran PNBP dan royalti dari penjualan mineral emas dan perak, tetapi juga dalam program pemberdayaan masyarakat melalui CSR. Kami telah menyusun rencana kerja yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), dengan fokus utama pada pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Ropang dan Kabupaten Sumbawa,” ujar Indra yang dicegat usai menghadiri Kick Off Pengembangan Agroforestri Kopi di La Grande, Sumbawa Grand Hotel, Selasa, 29 April 2025.

Indra juga menambahkan, meskipun tidak dapat merinci angka pasti, perusahaan telah melakukan sejumlah kegiatan di berbagai sektor, antara lain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan.

“Di bidang pendidikan, kami telah membantu pembangunan infrastruktur sekolah dan peningkatan kualitas SDM guru di beberapa desa di Kecamatan Ropang. Di bidang kesehatan, kami fokus pada program-program terkait stunting dan posyandu. Kami juga mulai mengembangkan program terkait dengan pengelolaan lingkungan melalui inisiasi proyek pertanian kopi yang bekerja sama dengan mitra kami, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining),” sambung Indra yang didampingi CSR Departement Head, Gatot Arie Setyanto dan Lukman Mubarak selaku Humas.

Selain itu, PT Sumbawa Juta Raya juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hasil panen kopi yang akan dipasarkan, dengan tujuan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga kualitasnya. Program ini, yang baru saja diluncurkan, bertujuan untuk membentuk konsultan dan tim pendamping yang akan memberikan pelatihan dan pemeliharaan hingga pemasaran hasil panen kopi tersebut.

Kemudian soal tenaga kerja, Indra menyebutkan lebih dari 72 persen tenaga kerja lokal, termasuk lebih dari 80 persen untuk tenaga kerja di pabrik pengolahan. Sebelumnya perusahaan telah melatih para pekerja lokal ini secara intensif, bahkan memberikan pelatihan selama enam bulan sebelum mereka terlibat dalam pengolahan di pabrik. Bukan hanya tenaga kerja, pengusaha local pun diberdayakan. PT. SJR menjalin kemitraan dengan 82 persen mitra usaha yang berasal dari wilayah lingkar tambang.

Dalam hal kontribusi fiskal, Indra menjelaskan bahwa royalti yang dibayar oleh perusahaan akan dibagi antara pemerintah pusat dan daerah penghasil. Berdasarkan aturan yang berlaku, 20% dari royalti akan disetorkan ke pemerintah pusat, sementara 80% sisanya akan masuk ke daerah penghasil, yaitu Nusa Tenggara Barat.

“Dengan demikian, kontribusi perusahaan tidak hanya dirasakan oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh daerah setempat yang mendapatkan porsi terbesar dari royalti yang dibayarkan,” ujarnya, seraya berharap dengan berbagai program dan kontribusi ini, PT Sumbawa Juta Raya berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di daerah sekitar operasional perusahaan. (SR)

 

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *