SUMBAWA BARAT, samawarea.com (19 Februari 2025) – Suasana pagi di Desa Benete, Kabupaten Sumbawa Barat, tampak berbeda. Biasanya ramai dengan suara motor ojek yang mengantar penumpang. Kali ini puluhan tukang ojek berkumpul di salah satu sudut desa. Mereka tidak sedang menunggu penumpang, tetapi tengah mengikuti sosialisasi tentang keselamatan berkendara yang diadakan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).
Para tukang ojek tersebut tampak serius menyimak setiap materi yang disampaikan. Helm, yang dulu dianggap sekadar pelengkap, kini dipahami sebagai alat pelindung utama. Aturan lalu lintas yang sering diabaikan, kini lebih disadari sebagai pembeda antara keselamatan dan kecelakaan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami, para tukang ojek. Keselamatan itu nomor satu, apalagi kami setiap hari berhadapan dengan risiko di jalan raya,” ujar Bapak Mutajim, 49 tahun, seorang pengendara ojek yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus menggaungkan pesan keselamatan berkendara ini, tidak hanya di Benete, tetapi juga ke berbagai titik lainnya. Di Pasar Maluk, para pengguna sepeda motor, termasuk ibu-ibu yang sedang berbelanja, turut mendapatkan edukasi berkendara dengan slogan mudah diingat: “Ingat Keluarga, Utamakan Keselamatan Berkendara.”
Salah satu peserta, Ibu Erni, 41 tahun, seorang guru SMP di Maluk, mengungkapkan apresiasinya terhadap program ini. “Saya berharap sosialisasi seperti ini bisa dilakukan di semua sekolah, agar anak-anak sejak dini sudah paham tentang pentingnya keselamatan di jalan raya,” tuturnya.
Program sosialisasi keselamatan berkendara ini berlanjut ke SMAN 1 Sekongkang keesokan harinya. Lebih dari 80 murid dan guru di sekolah tersebut antusias mengikuti acara ini, menyadari bahwa kebiasaan kecil, seperti memakai helm standar, dapat membuat perbedaan besar dalam menjaga keselamatan. Zahra Zaitunnisa, seorang murid kelas 11, berbagi pengalamannya, “Saya sering melihat pengendara motor di Maluk dan Sekongkang yang tidak memakai helm standar dan berkendara ugal-ugalan. Sosialisasi ini sangat penting untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya keselamatan.”
Tak hanya masyarakat, karyawan AMMAN juga turut serta dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga aktif berbagi pengalaman tentang pentingnya berkendara dengan aman. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa nilai keselamatan yang diterapkan di lingkungan kerja AMMAN juga diterapkan di luar perusahaan, menjangkau komunitas sekitar.
Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications PT Amman Mineral Internasional Tbk, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya AMMAN untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, khususnya untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara. “Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin memastikan edukasi ini berdampak luas, tidak hanya di dalam site Batu Hijau, tetapi juga bagi komunitas sekitar. Dengan memahami dan menerapkan prinsip keselamatan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua,” ujar Kartika.
Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian perayaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional yang berlangsung dari 12 Januari hingga 12 Februari. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm standar, dan tidak berkendara secara ugal-ugalan.
Dari Benete hingga Sekongkang, pesan keselamatan berkendara terus bergema: keselamatan di jalan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang tercinta yang menunggu di rumah.






