Tingkatkan Akses Wilayah Kepulauan, Pemda Sumbawa akan Operasikan Kapal LCT

oleh -916 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 Januari 2025) – Pemerintahan Drs. H. Mahmud Abdullah – Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd, semakin memberikan kemudahan dan peningkatan akses transportasi untuk masyarakat di wilayah kepulauan.

Selama ini masyarakat terutama di Pulau Moyo, Pulau Medang dan sekitarnya termasuk yang memiliki kepentingan di Satonda dan Calabai, mengalami kesulitan dalam memobilisasi material dan kendaraan menuju wilayah tersebut.

“Kami berupaya meningkatkan akses transportasi ke Pulau Moyo dan Pulau Medang dengan mengoperasikan Kapal Landing Craft Tank (LCT). Kapal ini dirancang untuk mengangkut kargo, alat berat, dan kendaraan, sehingga memudahkan distribusi material dan kebutuhan lainnya ke pulau-pulau tersebut,” kata Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah saat meninjau Jembatan Samota dan Jembatan Ai Bari, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara.

Didampingi Asisten II Sekda, Lalu Suharmaji ST., MT dan Plt. Kadishub, Syamsul Bahri, Rabu (8/1/25), Bupati menyatakan bahwa pengoperasian Kapal LCT merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin kemudahan transportasi bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumbawa.

“Selain perbaikan pembangunan jalan, jalur laut juga kami prioritaskan, termasuk transportasi ke pulau-pulau agar warga kita di sana bisa mudah mendapatkan sarana,” ujarnya.

Ditambahkan Ancen—sapaan Plt Kadishub, Kapal LCT yang akan beroperasi di Sumbawa memiliki kapasitas untuk mengangkut enam minibus atau truk. Kapal ini diharapkan dapat memfasilitasi pengangkutan barang, alat berat, dan material pembangunan ke Pulau Moyo, Pulau Medang, serta pulau-pulau lain yang membutuhkan. Selain itu, kapal ini juga dapat digunakan untuk mengangkut barang kebutuhan pemerintah, termasuk logistik pemilu.

Saat ini, sambung Ancen, pihak pemilik kapal yakni PT. Armada Elnusa Nusantara telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait izin operasional dan lokasi sandar. Pelabuhan Goa Kecamatan Badas dipilih sebagai lokasi sandar Kapal LC. Ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai otoritas Dermaga Goa.

Pihak perusahaan juga berencana bertemu dengan camat, kepala desa, dan warga di wilayah kepulauan untuk membahas operasional kapal ini, guna menghindari miskomunikasi dengan pemilik kapal komersial lainnya.

Disinggun soal tarif, Ancen mengaku akan dibahas dengan sejumlah pihak termasuk pembuatan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukumnya.

Untuk diketahui, Kapal jenis ini tidak membutuhkan dermaga khusus untuk sandar. Asalkan kedalamannya sesuai dan tidak kandas, kapal ini bisa bersandar tanpa dermaga.

“Dengan adanya Kapal LCT ini, diharapkan akses transportasi ke pulau-pulau di Kabupaten Sumbawa semakin mudah, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah tersebut,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *