SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Januari 2024) – Warga di Kecamatan Ropang dan Lantung mengeluhkan kondisi ruas jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut. Sebab, ruas jalan itu dalam keadaan rusak berat. Hampir di sepanjang jalan belasan kilometer itu berlubang, bahkan ada yang berbentuk kubangan dan kolam.
Salah seorang warga Desa Lantung, M. Dahlan kepada samawarea.com, Sabtu (4/1/25) kemarin, mengakui kondisi itu. Pria yang dipanggi Aji Oma ini mengaku setiap hari melintas di jalan tersebut. Meski sudah terbiasa, namun kerusakan jalan cukup mengganggu perjalanannya.
Hal yang sama dirasakan Yadi Hendra Saputra warga Desa Ranan. Menurutnya, kondisi jalan rusak itu membuat perjalanannya menjadi lambat. Selain jalan menanjak yang cukup panjang, sejumlah titik berlubang. Daripada lubang-lubang di ruas itu tidak bermanfaat, Yadi mengusulkan untuk dijadikan tempat tanam pohon atau melepas ikan.
“Lubang-lubang itu membuat setengah mati untuk dilalui, tapi membuat pohon dan ikan bisa hidup jika dilepas di lubang jalan itu,” ucap Yadi dengan nada satire.
Demikian dengan Zakaria. Warga Desa Lebangkar yang akrab disapa Lusir Tuo ini merasakan hal yang sama. Kondisi jalan rusak itu sudah berlangsung lama, namun belum ditangani.
“Kalau kita dari Lito menuju Lantung cukup nyaman. Tapi memasuki Lantung menuju Ropang sangat tersiksa. Setelah masuk Ropang, rasa nyaman kembali terasa karena jalannya bagus. Kami ingin ruas Lantung—Ropang ini sama bagusnya dengan Lito-Lantung, dan Jalan Ropang,” pinta Lusir Tuo.
Sementara M. Saleh yang biasa dipanggil Jale Lawin, mengaku kerap terjadi kecelakaan lalulintas akibat jalan rusak. Terutama ketika melintasi tanjakan dan turunan Peruak Palondang dan Peruak Tana Mira ruas jalan Lantung-Ropang. Selain panjang, banyak titik kerusakan di dua tanjakan dan turunan itu.
Ia berharap pemerintah daerah melalui leading sektor terkait dapat memperbaikinya sehingga masyarakat tidak mengalami hambatan dalam perjalanan. (SR)






