SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 Januari 2024) – Dalam lima tahun mendatang, Kecamatan Ropang diproyeksikan akan menjadi salah satu daerah penghasil buah-buahan unggulan di Kabupaten Sumbawa.
Hal ini tidak lepas dari upaya masyarakat setempat didukung Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Juliansyah SE, dan PT Sampar Datu Semaning (SDS) yang berkolaborasi dalam menggalakkan penanaman berbagai jenis pohon buah seperti durian, kelengkeng, manggis, mangga, rambutan, alpukat, dan lainnya.
Program ini dijalankan dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di daerah tersebut, bahkan menerapkan pola tanam tumpang sari, yaitu menanam berbagai jenis tanaman dalam satu area lahan secara bersamaan.
Penanaman pohon buah ini juga merupakan bagian dari kegiatan Launching Pilot Project Sumbawa Program Kerjasama Ketahanan Pangan Nasional yang dilaksanakan di Kecamatan Ropang pada Sabtu, 4 Januari 2025.
Launching program yang dihadiri Anggota DPRD, Kapolsek Ropang, perwakilan UTS, dan Koordinator BPP Ropang ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Polda NTB.
Juliansyah SE, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan harapannya bahwa program ini dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat. Sebelumnya, banyak lahan yang hanya dimanfaatkan untuk menanam padi dan jagung, yang setelah panen, tanahnya dibiarkan kosong.
“Kami ingin mendorong petani untuk memanfaatkan lahan mereka dengan menanam pohon buah. Dengan pola tanam tumpang sari, ini akan memberi hasil yang lebih berkelanjutan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa jenis tanaman buah tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat.
Politisi Demokrat yang mewakili Daerah Pemilihan 2 Sumbawa ini mengakui bahwa menanam pohon buah membutuhkan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan menanam padi dan jagung.
“Namun, hasil yang akan diperoleh jauh lebih menguntungkan. Tanaman buah hanya perlu ditanam sekali, dan akan berbuah berkali-kali. Meskipun butuh perawatan awal yang intensif, manfaat jangka panjangnya sangat besar,” tambahnya.
Juliansyah optimis, jika program ini berhasil dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat, Kecamatan Ropang bisa dikenal sebagai daerah penghasil buah dengan ciri khas, seperti “Duren Ropang” atau “Manggis Ropang”. Bahkan, Ropang berpotensi menjadi destinasi wisata yang terkenal akan hasil pertanian buah-buahan.
“Ini akan memberikan multiplier effect positif bagi masyarakat, membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” tutupnya.
Dengan keberhasilan program ini, Kecamatan Ropang diharapkan dapat tumbuh menjadi daerah yang tidak hanya menghasilkan padi dan jagung, tetapi juga buah-buahan yang berkualitas, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. (SR)






