Hilirisasi Udang Sumbawa Masuk Daftar Program Strategis Nasional 2025-2029

oleh -796 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17 Desember 2024) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara mengungkapkan, produksi udang Kabupaten Sumbawa menjadi yang tertinggi di Indonesia pada tahun 2022. Dan pada tahun 2023, produksi udang telah memberikan konstribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dan neraca ekspor.

Dengan keunggulan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengusulkan pengembangan klaster pangan akuatik komoditas unggulan udang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025-2029. Hal ini disampaikan Kepala Bappeda di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, 12 Desember 2024.

Usulan hilirisasi dalam pengembangan pangan akuatik udang Kabupaten Sumbawa menjadi PSN, ungkap Adi yang didampingi Kepala Bidang Perekonomian dan SDA, Andi Kusmayadi, berangkat dari berbagai persoalan.

Di antaranya, Sumbawa menghasilkan udang tertinggi di Indonesia namun belum memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Capaian produksi udang Sumbawa tertinggi secara nasional tanpa intervensi pemerintah pusat, sedangkan daerah lain mendapatkan intervensi dari APBN.

Kemudian infrastruktur di Kabupaten Sumbawa belum menunjang peningkatan produktifitas dan efisiensi. Selain itu potensi pengembangan klaster pangan akuatik masih besar. Dari 10.375 hektar potensi lahan, baru 3.421 Ha yang berproduksi. Demikian dengan produktifitas tambak tradisional masih rendah sehingga perlu ditingkatkan menjadi semi intensif.

Dalam kesempatan itu juga Adi Nusantara memaparkan kerangka acuan kerja, desain, dan strategi pelaksanaan hilirisasi udang Sumbawa dengan estimasi investasi Rp. 2,7 triliun dengan skema kolaborasi People Public Partnership (PPP).

Menanggapi hal itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional (P3IPN) Bappenas, Sumedi Andoni Mulyo, mengatakan, hilirisasi SDA unggulan udang Sumbawa sesuai dengan Asta Cita Presiden 2025-2029 dan RPJPN 2025-2045.

Usulan kegiatan pengembangan klaster udang Sumbawa memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi, lingkungan dan sosial. Untuk pengembangan klaster pangan akuatik udang, Sumedi menyatakan sudah masuk dalam Long List PSN.

Selanjutnya, Direktorat Regional Bappenas, Direkrorat Kelautan dan Perikanan, dan Direktorat P3IPN telah melakukan literatur reviw analisis dan studi lapangan sehingga layak untuk dimasukkan dalam daftar usulan PSN.

Dalam forum koordinasi tersebut, Direktur P3IPN meminta agar pengembangan klaster pangan akuatik udang Kabupaten Sumbawa dimasukkan dalam RPJMN 2025-2029 yang akan ditetapkan pada Musrenbangnas sehingga langkah pemerintah pusat ini harus diikuti dengan penetapan yang sama terkait hilirisasi udang yang ditetapkan dalam RPJMD Provinsi NTB 2025-2029 dan RPJMD Kabupaten Sumbawa 2025-2029. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *