SUMBAWA BARAT, samawarea.com (2 November 2024) – Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah S.Hut., M.AP melakukan kunjungannya ke Desa Rarak Ronges Kecamatan Brang Rea, Kamis (31/10/24). Ikut mendampingi Kepala Dinas Kominfo Ir.Abdul Muis, Kepala Dinas DPMPemdes, Drs. Tajudin, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Aku Nurrahmadin, Camat Brang Rea Arkamuddin, dan Manajemen PT. AMNT.
Pjs Bupati berkesempatan berdialog bersama warga setempat di Masjid Dusun Ronges. Bupati mengaku telah berpesan secara khusus kepada Camat Brang Rea kalau kunjungannya ini harus di Desa Rarak Ronges.
“Saya berpesan khusus ke pak Camat, kalau giliran kunjungan ke Brang Rea, tolong jadwalkan saya bisa berkunjung ke Desa Rarak Ronges. Ini saya lakukan karena saya ingin melunaskan hutang saya, menyumbang bibit Alpukat kepada masyarakat Desa Rarak Ronges,” ungkapnya.
Ia mengaku Tahun 2000 pernah naik ke Desa Rarak Ronges ketika bertugas di Desa Bangkat Monte. Ia berharap agar Desa Rarak Ronges bisa memanfaatkan lahannya untuk menanam buah seperti Duren, Alpukat, Kopi dan buah lainnya yang setiap tahun bisa dipanen. Bukan tanaman jagung, karena tidak cocok di daerah pegunungan.
Seperti masyarakat Lombok Utara, mereka meminta ijin pinjam pakai lahan pegunungan untuk menam duren, alpukat, jengkol, dan pete. Tanaman duren di Lombok Utara untuk 1 pohon bisa menghasilkan 3 varietas, karena mereka punya pengetahuan bagaimana cara menempel buah duren.
“Tugas kita sekarang bagaimana caranya memperbanyak tanaman di Desa Rarak Ronges, untuk kita tinggalkan sebagai amal ibadah,” ajak Julmansyah
Hal menarik lainnya dalam kesempatan tersebut, Pjs Bupati bersama rombongan mendapat jamuan minum Kopi Rarak, langsung di rumah pengusaha Kopi Rarak, Deni. Pjs Bupati ingin melihat secara langsung aktifitas pengusaha Kopi Rarak yang terkenal di Sumbawa Barat.
Didampingi manajemen PT. AMNT, Pjs Bupati Sumbawa Barat bersama rombongan dapat merasakan secara langsung sensasi minum kopi Rarak secara langsung di Desa Rarak Ronges. Bupati berharap agar Kopi Rarak dapat dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. (SR)






