SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 September 2024) – Perhatian Calon Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah terhadap masyarakat Kecamatan Utan sudah berlangsung cukup lama. Dari sejak menjabat Camat Utan, puluhan tahun silam, hingga Wakil Bupati mendampingi Bupati HM Husni Djibril (Alm) putra asli Utan, hingga saat ini Haji Mo menjabat sebagai Bupati Sumbawa.
“Saya mengetahui apa saja yang sudah dibangun dan apa program yang sudah dikucurkan di Kecamatan Utan. Jadi saya datang ke sini bukan semata-mata kampanye tapi lebih pada nostalgia ketika dulu pernah bertugas sebagai Camat Utan, sehingga mengetahui persis bagaimana kondisi di Kecamatan Utan ini,” kata Haji Mo—sapaan Calon Bupati yang didampingi Wakilnya, H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH saat bertatap muka dengan masyarakat di Desa Tengah Kecamatan Utan, Minggu (29/9/24).
Saat menjabat sebagai Bupati Sumbawa, ungkap Haji Mo, perhatian ini tak pernah berhenti. Berbagai program digelontorkan di Kecamatan Utan. Tercatat mencapai Rp 10 Milyar. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan jalan produksi peternakan Desa Sabedo, pembangunan olahan pakan Silase, dan bantuan kambing bibit Desa Jorok dan Desa Stowe Brang.
Bantuan Sapi Bali Betina di empat desa yaitu Desa Pukat, Desa Orong Bawa, Desa Stowe Brang dan Desa Tengah. Selanjutnya pembangunan tangki septik individu perdesaan minimal 50 KK tersebar di beberapa desa yaitu Desa Tengah 76 unit, Desa Labuan Bajo 75 unit, Desa Pukat 60 unit, dan Desa Jorok 60 unit.
Lalu, uprating instalasi pengolahan air/penambahan sumur dalam terlindungi (SR 90 unit, 2 liter/detik, pompa 1 unit, jaringan perpipaan 946 meter, reservoir 24 meter kubik) di Desa Motong. Pembangunan tanggul sungai Desa Bale Brang. Pembangunan jaringan irigasiDesa Bale Brang, dan normalisasi saluran sungai Desa Sabedo
Kemudian memberikan bantuan rehabilitasi 5 unit rumah tidak layak huni di Desa Tengah, 10 unit di Desa Motong, dan 7 unit di Desa Jorok. Selanjutnya, rehabilitasi bangunan pelengkap irigasi Desa Jorok, Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Montong, pembangunan sumur bor Desa Pukat dan Desa Tarusa.
Haji Mo juga menyebutkan telah memberikan bantuan 10 paket mesin ketinting 6,5 PK dan 2 paket coolbox 200 liter di Desa Labuan Bajo, pengadaan kapal penangkap ikan <5GT dan pengadaan gillnet monofilament di Desa Pukat sebanyak 10 unit. Pengadaan mesin ketinting RX 220 di Desa Pukat.
Di bagian lain Haji Mo menyinggung programnya dalam pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan khususnya di Kecamatan Utan. Yakni pembangunan Ruang Guru dan Kepala Sekolah beserta perabotnya di TK Negeri 1 Utan. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) beserta perabotnya. Pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE). Rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya di SD Negeri Labuhan Bajo sebanyak 7 ruangan.
Berikutnya, rehabilitasi toilet (jamban) dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta sanitasinya. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) beserta perabotnya sebanyak 2 unit. Pembangunan ruang UKS dan ruang perpustakaan beserta perabotnya. Pembangunan ruang guru beserta perabotnya, pembangunan ruang laboratorium komputer beserta perabotnya. Dan pengadaan peralatan Teknologi, Informatika dan Komunikasi (TIK).
Masih di Kecamatan Utan, Haji Mo memberikan bantuan alat perbengkelan untuk Kelompok Bengkel Las Seniman Api dan bantuan dua paket Peralatan Prasmanan untuk Kelompok Prasmanan Senap dan KUBe Srikandi di Desa Motong. Bantuan alat pertukangan untuk Kelompok Mengas Stowe Brang. Bantuan Peralatan Catering untuk Kelompok Smeras Tengah. Bantuan peralatan prasmanan untuk Kelompok KUBe Srikandi Desa Orong Bawa. “Semua total bantuan yang kami berikan di Kecamatan Utan sebesar Rp 10.520.649.500,” pungkasnya. (SR)






