Figur dan Kekuatan Logistik Kunci Kemenangan di Pilkada Sumbawa

oleh -1717 Dilihat
Dosen Fisipol Universitas Samawa (UNSA), Ardiyansyah S.IP., M.Si.

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (20 Mei 2024) – Pilkada Sumbawa semakin hangat dan dinamis. Banyak peristiwa politik yang tidak diduga terjadi dan tampak sekali ada upaya saling sandera tokoh potensial bakal calon yang akan bertarung pada Pilkada 2024. Saling goda, saling mengunci dan saling mengintip antar calon dalam penentuan pasangan calon pilkada. Kondisi inilah yang diamati Dosen Fisipol Universitas Samawa (UNSA), Ardiyansyah S.IP., M.Si.

Kepada samawarea.com, Senin (20/5), Ardiyansyah yang juga Peneliti Utama Lembaga Survey LANSKAP, mengatakan, kendati elit memiliki kemauan untuk mencalonkan figure tertentu, pada ujungnya nanti masyarakat atau pemilih yang akan menentukan hasil akhir Pilkada.

“Tidak semua elit politik menyadari itu, ada elit politik yang memaksakan keinginan subyektifnya tanpa mendengar aspirasi masyarakat, akibatnya, mereka rentan untuk mengalami kekalahan pada Pilkada 2024. Kan hakimnya adalah pemilih, pemilih nanti yang akan melihat, apakah Cabup/Cawabup yang diusung oleh koalisi partai itu sesuai dengan preferensi mereka atau tidak,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Ardiyansyah, preferensi masyarakat atau pemilh masih sangat elementer, yaitu mereka memilih Cabup/Cawabup yang dikenal. Semakin dikenal oleh masyarakat maka semakin tinggi potensi elektoralnya. Bukan hanya dikenal tapi juga disukai oleh publik dan tentu miliki elektabilitas cukup baik untuk bersaing dengan paslon lain.

Berdasarkan survei yang kredibel, tinggal partai-partai memilih, mana data yang bisa dipegang, kredibel, akurat dan bisa dipertanggung jawabkan. Ketika keliru dalam mengambil data dan keputusan politik, itu akan menjadi separuh kekalahan. Namun ketika tepat mengambil data dan menyusun strategi serta tepat menentukan pasangan calon, sama dengan menuju setengah kemenangan.

“Dua bulan menuju pendaftaran calon, variabel kemenanganlah yang harus menjadi fokus variable terpenting bagi partai dan kandidat calon, di satu sisi harus bisa mengumpulkan syarat dan tiket pencalonan, kemudian pada sisi yang lain bisa memenangkan pertarungan. Ini yang harus segera ditemukan formula dan titik temu. Namun pada ujungnya, selalu kembali kepada figur dan kekuatan logistik menjadi faktor penentu dan kunci kemenangan,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *