Sumbawa Barat, Samawarea.com (9/3/2024)
Pada Peringatan Hari NTDS sedunia tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menorehkan prestasi gemilang dengan menerima sertifikat bebas Frambusia dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Frambusia, yang juga dikenal sebagai penyakit Pian atau penyakit bejel, telah menjadi momok mengerikan di daerah-daerah dengan sanitasi yang buruk. Namun, dengan tekad kuat dan upaya bersama, Kabupaten Sumbawa Barat berhasil membebaskan diri dari ancaman penyakit ini.
Acara yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., MSi, serta Menteri Kesehatan Budi Gunardi Sadikin dan jajaran Kementerian, merupakan momentum penting untuk merayakan capaian signifikan ini. 102 Kabupaten Kota lainnya juga turut berbagi keberhasilan dengan meraih sertifikat bebas frambusia atau certification eliminasi filariasis.
Dalam laporannya, Dr. Maria Endang Sumiwi M. PH, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, menekankan pentingnya tema nasional “Bersatu dan Beraksi Wujudkan Indonesia Bebas Penyakit Tropis Terabaikan”. Eliminasi penyakit tropis terabaikan seperti Kusta, Frambusia, Filariasis, dan lainnya membutuhkan komitmen bersama dari Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan pesan penting tentang langkah-langkah pencegahan, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengedukasi masyarakat tentang cara menghindari penularan penyakit tropis terabaikan. Dengan obat yang tersedia dan upaya yang konsisten, penyebaran penyakit ini bisa ditekan secara signifikan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M. Si, menerima dengan bangga sertifikat Kabupaten Bebas Frambusia sebagai pengakuan atas upaya keras dan keseriusan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, Indonesia bisa meraih impian bersama menjadi negara bebas dari ancaman penyakit tropis terabaikan.






