Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah sukses mengembangkan mesin cuci buah berbasis Industri Kecil Menengah (IKM) yang bermitra dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah Nusa Tenggara Barat (BRIDA NTB). Inovasi ini melibatkan penambahan alat pengatur waktu pada mesin, menggunakan Arduino Nano sebagai mikrokontroler utama. Dengan demikian, diharapkan proses pencucian buah dapat lebih efisien dalam penggunaan waktu, tenaga, dan air.
Buah-buahan memiliki peran penting dalam asupan nutrisi dan kesehatan manusia. Untuk memastikan kebersihan dan kesegaran buah-buahan, pencucian menjadi langkah kritis sebelum konsumsi. Meskipun mesin pencuci buah telah ada, mahasiswa melihat adanya kelemahan pada mesin yang digunakan oleh IKM mitra BRIDA NTB, terutama terkait manualnya proses pengaturan dan penggunaan air yang berlebih. Hal ini menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk mengembangkan mesin cuci buah yang lebih efektif dan otomatis.
Pengembangan ini melibatkan desain sistem kontrol waktu menggunakan mikrokontroler Arduino Nano. Dengan adanya kontrol waktu pada mesin, pencucian buah dapat dilakukan sesuai durasi yang telah ditentukan sebelumnya. Ini membantu mengurangi pemborosan waktu, tenaga, dan penggunaan air yang sering terjadi pada metode pencucian manual.
Dalam pengujian, mahasiswa merancang alur kerja mesin pencuci buah yang melibatkan catudaya listrik AC 220V, motor utama, selenoid valve, dan adaptor yang mengkonversi listrik AC menjadi DC 5V untuk Arduino Nano. Pengguna dapat mengatur waktu pencucian sesuai kebutuhan sebelum memulai mesin. Selama pencucian berlangsung, mikrokontroler secara otomatis menghentikan mesin ketika waktu yang ditentukan telah tercapai, menghindarkan pemborosan energi.
Langkah-langkah untuk mengatur waktu pada sistem kontrol timer otomatis dijelaskan dengan memilih mode waktu (detik, menit, jam), mengatur jumlah waktu, dan memulai mesin. Indikator LED dan bunyi dari buzzer memberikan informasi tentang status mesin, baik sebelum, selama, maupun setelah pencucian.
Kegiatan penelitian ini didukung oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Inovasi Teknologi melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) 2023, dengan dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Nusa Tenggara Barat (BRIDA NTB). Inovasi mesin cuci buah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi dan kesehatan konsumen dalam pengolahan buah-buahan. (*)






