SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Oktober 2023) – Misteri kematian Syaifuddin (24) petani jagung di Dusun Emang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, hingga kini belum terungkap. Meski penyelidikan kasus ini telah berjalan setahun dan hasil uji forensik sudah lama dikantongi polisi.
Kapolres Sumbawa, AKBP Heru Muslimin SIK., M.IP, yang dikonfirmasi melalui Plh. Kasi Humas IPDA H. Dwi Nuryanto S.Adm, Jumat (6/10) mengakuinya. Pihaknya telah memanggil 2 orang saksi tambahan guna mendalami motif kasus kematian korban.
“Panggilan pertama sudah dilayangkan seminggu lalu, tapi tidak datang, dan penyidik akan melayangkan pemanggilan kedua. Ketika masih juga tidak datang karena alasan jauh, kemungkinan kami akan melakukan pemeriksaan di Polsek Lunyuk,” kata Dwi.
Untuk mengungkap kasus ini ungkap Dwi, berbagai upaya dilakukan. Mulai dari uji forensik dari otopsi jasad korban, hingga uji laboratorium pohon kemiri sebagai TKP penemuan jasad korban. Dalam uji lab ini, penyidik meminta bantuan pihak kampus. Selain itu sudah dilakukan pemeriksaan 14 orang saksi.
Dari keterangan para saksi masih belum mengarah ke unsur pidananya. Namun demikian, lanjut Dwi, penyidik akan melakukan gelar perkara. Dalam gelar perkara ini nanti, semua saksi yang telah dimintai keterangan akan dihadirkan. Sedangkan keterangan saksi ahli sudah dianggap cukup.
“Saksi-saksi yang sudah diambil keterangannya kemungkinan akan dipanggil lagi untuk memantapkan lagi keterangan saksi, apakah ada perubahan atau tidak. Kalau memang tidak ada perubahan kita gelar perkara. Gelar perkara itu tujuannya untuk memastikan ada dan tidaknya unsur pidana. Kalau memang ada itulah nanti akan dilakukan penyelidikan bahkan ditingkatkan ke proses penyidikan,” terangnya.
Dari berbagai tindakan yang sudah dilakukan ini ungkap Dwi, pihaknya sudah berbuat maksimal. Ia berharap keluarga korban bersabar.
Seperti diberitakan, korban Syaifuddin dilaporkan meninggal dunia karena tersambar petir. Jasadnya ditemukan di sekitar pohon kemiri wilayah Dusun Sukajaya, Desa Lunyuk Rea Kecamatan Lunyuk. Namun keluarga korban menemukan adanya kejanggalan dan menduga kuat korban dibunuh. Keluarga meminta polisi untuk melakukan otopsi terhadap jasad korban.
Dalam otopsi tersebut, Polres Sumbawa mendatangkan dokter ahli forensic dan hasilnya sudah dikantongi. Bahkan ahli forensic ini juga sudah dimintai keterangan. Hasil otopsi ternyata berbeda dengan hasil pemeriksaan luar dokter Puskesmas Lunyuk. Artinya, suaminya meninggal bukan karena tersambar petir, melainkan ada penyebab lain yang masih diselidiki pihak kepolisian.
Hingga setahun berjalan, belum ada tanda-tanda kasus ini akan terungkap. Keluarga termasuk istri korban beberapa kali mendatangi Polres Sumbawa untuk menanyakan progress penanganan polisi. Kedatangan istri korban, Matari Sanapiah, berharap agar kasus yang menewaskan suaminya bisa terungkap. Sebab keluarga menduga kuat kematian korban sangat tidak wajar. Apalagi istrinya korban sudah seringkali bermimpi didatangi arwah suaminya yang menyampaikan bahwa kematiannya tidak wajar. (SR)






