SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Agustus 2023) – Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak yang luas terhadap perekonomian dan kehidupan sosial secara global. Kondisi ini kemudian mengharuskan negara-negara di dunia, khususnya Indoensia mengimpelemntasikan pendekatan one health untuk masa depan manusia yang lebih baik.
One Health adalah pendekatan pemersatu yang bertujuan menyeimbangkan dan mengoptimalkan hubungan erat dan ketergantungan diantara manusia hewan dan ekosistem, mengakui kesehatan hewan peliharaan dan liar, tumbuhan, dan lingkungan yang lebih luas untuk keberlanjutan.
Melalui skema riset kerjasama dalam negeri Kemendikbud 2023, UTS bersama UI mengkaji “Implementasi One Health di sektor peternakan ruminansia: Integrasi Water, Sanitation and Hygiene (WaSH) dan Biosecurity untuk Pencegahan Infeksi Antibiotic Resistance terhadap Masyarakat Peternak”. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kabupaten Sumbawa NTB dan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Riset ini akan berlangsung selama 3 tahun, terhitung 2023-2025. Kajian ini melibatkan Fahrunnisa, S.Sos., M.Si–Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Nurul Amri Komarudin, S.Si., M.Si Dosen Fakultas Teknik Lingkungan UTS.
“Sebagai sosiolog, saya akan bertanggung jawab dalam analisa sosial dan kebijakan, sementara Amri akan beratanggung jawab pada uji mikroba dan uji lingkungan. Tim UI sendiri, digawangi oleh Dr. Cindy Rianti Priady, ST., M.Sc yang merupakan Kaprodi Teknik Lingkungan UI sekaligus ketua peneliti, bersama Yudith Vega Paramaditadevi, ST., M.Si dosen IPB, serta tim teknis lainnya baik dari UI maupun UTS,” beber Nisa.
Nisa menambahkam, tujuan umum dari kajian ini untuk memperkuat pengetahuan dan pengembangan kebiasaan masyarakat peternak dalam berprilaku sehat melalui intervensi konseo WaSH-Biosecurity di kedua lokasi.
Dimulainya kajian ini, ditandai dengan dilangsungkannya Kick of Meeting yang dihadiri seluruh stakeholder di dua lokasi penelitian, 8 Agustus 2023.
Dalam meeting tersebut, Rektor UTS Chairul Hudayah, Ph. D menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada tim peneliti dan stakholders yang berkesempatan mengikuti agenda tersebut.
“Secara khusus Pemda Sumbawa telah mendukung perwakilan UTS dalam Water and Wash Future International Conference di Brisbane, Australia. Forum ilmiah internasional tersebut sebagai awal bertemu dan berdiskusinya UTS dan UI. Melalui kerjasama diharapkan hadirnya kajian serta rencana aksi yang dapat dijadikan sebagai role model dalam implementasi one health di sektor peternakan,” ungkapnya.
Perwakilan Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Arya Ningsih mengingatkan, bahwa kajian harus mengelaborasi proses dari level masyarakat hingga pada tataran kebijakan. Sehingga masyarakat paham akan isu one health khususnya sektor peternakan yang nantinya didukung oleh kebijakn di level daerah. (SR)






