SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Agustus 2023) – Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menginginkan pembangunan daerah itu bangkit dari desa. Semua kegiatan baik kemasyarakatan maupun pembangunan dapat dilaksanakan di desa dan tidak tersentralisasi di kota.
“Kita ingin desa bangkit. Kita ingin pembangunan bangkit dari desa. Jangan tersentralisasi di kota. Kita ramaikan desa,” kata Bupati yang akrab disapa Haji Mo ketika membuka Tradisi Mangan Barema di Desa Tatede, Kecamatan Lopok, Selasa (15/8/2023).
Untuk membangun desa, lanjut Bupati, eksekutif dan DPRD harus bersinergi. Sebab penganggaran untuk pembangunan daerah berasal dari APBD yang merupakan hasil kesepakatan dua lembaga tersebut.
“Apapun yang kita inginkan harus ada sinergitas. Kita tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Karena dua lembaga ini muaranya hanya satu yaitu untuk masyarakat. Bagaimana betul-betul pembangunan ini diarahkan untuk kemajuan dan kepentingan masyarakat,” ungkap Haji Mo’.
Bupati pun menegaskan bahwa tidak ada uang pimpinan dan anggota DPRD yang dialokasikan untuk pembangunan di daerah. Semua itu dana APBD yang disalurkan kepada masyarakat melalui aspirasi dewan (Pokir) dan program-program di dinas/instansi.
Karena itu Bupati menyatakan mendukung apa yang disampaikan oleh Ketua DPRD Sumbawa yang menginginkan pembangunan Aula Pertemuan Desa Tatede dan perbaikan jalan di dalam lingkungan desa. “Kalau dua lembaga sudah sepakat, saya rasa tidak ada masalah. Tinggal jalan saja,” pungkasnya. (SR)






