SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10 Maret 2023)–Banyak tenaga sukarela yang telah mengabdi untuk melayani masyarakat. Di antaranya adalah tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat yang mengabdi tanpa gaji di seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Sumbawa. Rata-rata mereka sudah mengabdi secara sukarela di atas lima tahun.
Namun nasib untuk diangkat menjadi tenaga honor daerah, PNS maupun PPPK, belum berpihak. Meski demikian, pada pemerintahan Drs. H. Mahmud Abdullah dan Hj. Dewi Noviani S.Pd., M.Pd (Mo—Novi), para tenaga sukarela ini mendapat perhatian serius. Buktinya sudah dua tahun ini, Mo—Novi mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk insentif tenaga sukarela tersebut.
Kadis Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaedi S.Si., M.Si., A.Pt yang dikonfirmasi, Kamis (9/3) mengakui pemberian insentif tersebut. Ada sekitar 850 tenaga sukarela yang tersebar di 26 puskesmas yang mendapatkan insentif tersebut yang diberikan setiap tiga bulan sebesar Rp 600 ribu per orang. Totalnya sekitar Rp 2 miliar lebih.
Disebutkan Kadis, jumlah tenaga sukarela ini mencapai 1000 orang lebih. Mereka terdiri dari bidan, perawat, apoteker termasuk tenaga penunjang (administrasi). Sebagian insentif mereka ditangani Pemda dan sebagiannya menggunakan dana desa.
“Ada yang ditangani Pemda, ada juga insentifnya berasal dari dana desa. Sekarang sudah masuk tahun kedua mereka mendapatkan insentif,” kata Kadis Jun—sapaan akrabnya.
Pemberian insentif terhadap tenaga sukarela ini lanjut Jun, karena keberadaan mereka sangat dibutuhkan. Sebab pihaknya mengalami kekurangan tenaga sesuai dengan rencana kebutuhan daerah. Namun untuk merekrut mereka untuk diangkat menjadi PNS dan PPPK, belum memungkinkan karena kuota yang diberikan pemerintah pusat sangat terbatas.
Ia berharap dengan adanya insentif tersebut, para tenaga sukarela ini dapat termotivasi dan meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga standar pelayanan minimal bidang kesehatan yang menjadi komitmen pemerintah daerah dapat tercapai. (SR)






