KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWABARAT
SUMBAWA BARAT, samawarea.com (15 Maret 2023)–Membangun pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat, menjadi pembahasan dalam program “NTB Bicara On Location TVRI NTB” di Hotel Wales & Waves Pantai Kertasari Kecamatan Taliwang, Selasa (14/3/2023).
Hadir sebagai pembicara utama Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H.W. Musyafirin, MM, Wakil Ketua DPRD Sumbawa Barat Abidin Nasar, SP., MP, dan pelaku wisata Baiq Agustina W, yang dipandu host Sisca Olivia.
Dalam kesempatan itu Bupati Sumbawa Barat menerangkan bahwa KSB disamping memiliki potensi tambang, juga potensi wisata yang luar biasa.
“Jika kita lihat sepanjang pantai dari Sape hingga bagian barat Pulau Sumbawa, hanya ada di Kabupaten Sumbawa Barat yang garis pantainya ada pasir putih. Dan ini merupakan keunikan yang dimilki KSB. Di KSB ada 8 gili yang indah yang saat ini akan dikembangkan oleh salah satu investor dari Swedia yaitu tepatnya di Gili Kalong. Kita berharap mudah-mudahan ini akan menjadi pemantik bagi pulau-pulau lain yang ada di sekitarnya,” ungkap Bupati.
Bupati menambahkan, walaupun potensi pantainya bagus, tetapi jika sarana dan prasarana tidak memadai maka sulit untuk dikembangkan. Itulah sebabnya masalah konektifitas menjadi salah satu hal krusial yang patut menjadi perhatian.
Ketika dari Lombok, para turis berdatangan ke KSB tentu akan menempuh jarak yang cukup jauh karena conectifitynya menggunakan jalur darat. Pihaknya bekerjasama dengan PT AMNT, dan pada 2024 mendatang sudah ada Bandara yang akan dibangun di Kecamatan Poto Tano. Dengan adanya bandara nantinya, diyakini akan banyak investor yang berdatangan ke KSB.
“Tugas berat kita sekarang ini salah satunya yaitu membangun sikap mental masyarakat KSB. Membangun jalan pikiran, bagaimana masyarakat bisa berfikir produktif, tidak boleh terbangun perdebatan yang tidak penting. Anak-anak muda milenial sudah sangat bersedia untuk membangun pariwisata KSB. Kita tentu tidak boleh mengharapkan investasi tambang selama-lamanya, dan kita harus mencari alternative lain. Dan hanya sektor pariwisata yang bisa kita andalkan ketika tambang ini habis,” tandas Bupati.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Abidin Nasar, SP., MP menjelaskan tentang fungsi dan tugas legislasi yang dijalankan dalam rangka memback-up pariwisata di KSB.
Abidin Nasar mengatakan saat ini DPRD bersama pemerintah daerah sudah menetapkan tiga Peraturan Daerah yang sangat terkait dengan pengembangan pariwisata.
Yaitu Perda No. 12 tahun 2020 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah, Perda No. 09 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kebudayaan, dan Perda Desa Wisata. Demikian pula terkait tugas penganggaran, Abidin Nasar menyampaikan bahwa anggaran di Dinas Pariwsata selalu mengalami peningkatan, belum lagi anggaran di dinas terkait yang memiliki hubungan dengan penegmbangan pariwisata.
“Misalnya di Dinas PU terkait dengan infrastruktur, di Dinas Perindakop terkait ekonomi dan UMKM, dan ini kita anggarkan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Mengenai potensi wisata, ia menjelaskan bahwa di KSB semuanya ada, baik wisata alam, wisata budaya, dan wisata tambang. Untuk membangun pariwisata daerah, legislatif sangat mendukung Bupati untuk berkomunikasi dengan pihak ketiga, termasuk dalam proses pembangunan Bandara.
Yang tidak kalah penting bahwa Sumbawa Barat termasuk daerah paling aman, zero horisontal konflik. Karenanya membangun pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri harus ada kolaborasi. “Tugas pemerintah memberi kemudahan bagi para pelaku wisata dan investor yang datang ke KSB,” ungkap Abidin Nasar.
Baiq Agustina selaku perwakilan pelaku pariwisata menyampaikan bahwa beberapa moment menarik yang memiliki daya tarik tersendiri di Kabupaten Sumbawa Barat yaitu olahraga surving, paralayang Desa Mantar, dan keindahan Pulau Kenawa. Keindahan pariwisata ini didukung oleh sikap masyarakat KSB yang sangat terbuka.
“Tugas kita selanjutnya bagaimana menggali, memoles dan mempromosikan keindahan pariwsata yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat,” pungkasnya. (HEN/SR)






