SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Februari 2023)–Pemerintah Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang terus menggiatan budaya gotong royong. Sebab dengan gotong royong dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan penataan lingkungan. Selain itu budaya gotong royong dapat mempercepat terwujudnya desa mandiri.
“Dengan partisipasi aktif dari masyarakat melalui gotong royong ini kami harapkan mampu mempercepat terwujudnya program desa mandiri,” ungkap Kepala Desa Brang Kolong, AKBP (Purn) Ahmad SH kepada Wartawan Samawarea.com Biro Sumbawa Timur, Jumat (17/2).
Dikatakan mantan Kasatlantas Polres Sumbawa dan Kasatlantas Polres Bima Kota ini, bahwa gotong royong merupakan nilai budaya peninggalan leluhur yang harus dipertahankan dan dilestarikan karena memiliki makna kebersamaan dalam upaya menyukseskan berbagai program pembangunan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Menurut dia, nilai-nilai luhur dari kegiatan gotong royong akan terus dikembangkan, mulai dari tingkat terkecil. Pemerintah desa sangat mendukung kegiatan itu melalui bulan bhakti gotong royong masyarakat. “Kami melaksanakan kegiatan untuk memotivasi warga meningkatkan kegiatan sarat nilai luhur dimaksud,” ujarnya.
Melalui gotong royong, kata Ahmad, penataan lingkungan pedesaan akan bisa cepat terwujud karena ada unsur usaha bersama atau kebersamaan. Ia mencontohkan, gotong-royong dilakukan warganya adalah memperbaiki gorong-gorong aliran air dari gunung ke laut di Dusun Labuan Ala. Kemudian menata lingkungan sehingga terlihat bersih dan rapi.
“Ini contoh kecil yang bisa diambil dari nilai-nilai kegotong-royongan yang selama ini kurang dipahami masyarakat, dan ini perlu ditingkatkan karena segala sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama akan lebih cepat terwujud dibandingkan jika dilakukan secara individual,” jelasnya.
Tak hanya membersihkan lingkungan tempat tinggal, mencegah pencemaran air dan memelihara selokan, kata Ahmad, gotong royong juga dapat dilakukan dengan menjaga hutan
Adanya bencana alam, kata dia, sebagian besar disebabkan rusaknya lingkungan, agar lingkungan tidak rusak warga wajib menjaga kebersihan lingkungan, mencegah pencemaran sumber air, memelihara selokan atau saluran drainase secara berkala dan menjaga hutan. Karena kerusakan hutan akan berdampak terhadap banyak orang.
Sementara itu, Kapolsek AKP Budiman Parangin Angin SH menilai gotong-royong yang dilaksanakan di Desa Brangkolong diharapkan mampu menjadi sarana kebersamaan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu mempererat soliditas dan kekompakan warga serta mempererat sinergitas antara masyarakat, kepolisian dan pemerintahan demi menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah itu,” pungkasnya. (BUR/SR)






