Kunjungi Sumbawa, Menko PMK Cek Angka Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

oleh -409 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 Januari 2023)–Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa, Kamis (12/1).

Kehadiran Prof. Muhadjir disambut hangat Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd, Ketua DPRD, Abdul Rafiq SH, Anggota Forkopimda, Asisten Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat dan segenap pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa.

Dalam kunjungannya, Prof. Muhadjir yang juga tokoh Muhammadiyah ini meninjau sejumlah lokasi. Antara lain meninjau proses pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Surya Medika Sumbawa, yang merupakan rumah sakit milik Yayasan Muhammadiyah.

Setelah itu, Prof. Muhadjir menuju SMA Muhammadiyah untuk meninjau kegiatan pemberian tablet tambah darah bagi siswi SMA Muhammadiyah. Dalam arahannya, Prof. Muhadjir mengatakan bahwa pemberian tablet penambah darah sangat baik untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat pada kesehatan dan prestasi siswa di sekolah.

Selain itu, pemberian tablet tambah darah juga upaya untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu, sehingga akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas serta terbebas dari stunting.

Setelah berkunjung ke SMA Muhammadiyah, Prof. Muhadjir meninjau Puskesmas Kerato, mengecek pemanfaatan bantuan alat USG yang sudah tersebar di puskesmas-puskesmas seluruh Indonesia. Alat ini digunakan untuk mendeteksi keadaan janin para ibu hamil dalam program cegah stunting.

Menurut Prof. Muhadjir, dengan adanya bantuan alat USG ini, para dokter lebih mudah mengetahui kondisi janin seperti panjang janin, diameter kepala, dan mengetahui potensi janin gagal tumbuh serta adanya potensi stunting.

Melanjutkan kunkernya, Prof. Muhadjir bergerak ke Desa Labuhan Sumbawa yang menjadi salah satu lokus stunting di Kabupaten Sumbawa tahun 2023. Di desa ini jumlah keluarga beresiko stunting mencapai 861 orang. Prof Muhadjir sempat berdialog dengan sejumlah keluarga beresiko stunting dan terindikasi mengalami kemiskinan ekstrem. Prof. Muhadjir juga menyerahkan sejumlah bantuan.

Menurut Prof. Muhadjir, kondisi stunting di Kabupaten Sumbawa masih termasuk tinggi. Namun Ia mengapresiasi berbagai langkah dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan warga masyarakat untuk mempercepat penanganan stunting yang telah dilaksanakan dengan cukup baik. Target penurunan stunting secara nasional yang ditetapkan Presiden RI sebesar 14% diharapkan juga bisa tercapai di Kabupaten Sumbawa.

Beranjak dari Desa Labuhan Sumbawa, Prof. Muhadjir beserta rombongan bergerak ke SMPN 2 Moyo Hilir untuk melaunching pendidikan karakter di sekolah tersebut. Kehadirannya di sekolah itu untuk melihat langsung tentang implementasi program-program prioritas nasional terutama yang sesuai dengan bidang tanggung jawab Kemenko PMK. Yaitu program penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Kedua program tersebut ungkapnya, sangat terkait dengan bidang pendidikan. Apabila pendidikan berjalan dengan baik maka dapat memberi peluang besar untuk memberantas kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka stunting.

Mengakhiri kunjungannya, Menko PMK melanjutkan perjalanan ke Ponpes At-Tanwir Maronge dan PMI Dea Malela Lenangguar untuk meninjau aktivitas pembelajaran serta sarana prasarana pendidikan. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *