Dua Tahun Pasca Meninggalnya Toe, Nyonya Lusi Mengusut Harta Warisan Keluarga yang Hilang

oleh -733 Dilihat
Nyonya Lusy,

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Januari 2023)–Sudah hampir dua tahun, Slamet Riyadi Kuantanaya alias Toe meninggal dunia. Almarhum yang merupakan seorang pengusaha lumayan sukses ini, meninggal dunia dalam status duda.

Sebab beberapa tahun sebelum meninggal dunia, almarhum yang dalam kondisi sakit keras sudah bercerai dengan istrinya (cerai hidup). Selama menjalani bahtera rumah tangga sekitar 10 tahun lamanya, keduanya tidak dikaruniai anak.

Toe merupakan anak laki-laki dari 7 bersaudara. 5 di antaranya adalah perempuan. Karena anak laki-laki yang paling besar, Toe dipercaya keluarga untuk menyimpan dan menjaga harta warisan keluarga secara turun temurun.

Menurut Nyonya Lusi—kakak kandung sekaligus pemegang kuasa waris dari Toe, kepada samawarea.com, Jumat (13/1/2023) pagi, bahwa harta yang disimpan sejak leluhurnya ini cukup banyak. Harta berupa emas, intan, berlian, tanah dan bangunan, serta dokumen-dokumen berharga ini, semua dipercayakan kepada Toe.

Namun sejak meninggalnya Toe, barulah terungkap ternyata ada beberapa dari harta simpanan tersebut yang hilang. Demikian dengan dokumen penting berupa sertifikat tanah, kwitansi dan akta jual beli yang tersimpan bersama perhiasan di dalam brankas ini, juga hilang. Brankas itu berada di rumah Toe yang berlokasi di Lantai III Rumah Makan Aneka Rasa Jaya, Jalan Hasanudin Sumbawa Besar. Kuat dugaan telah dicuri.

Sebenarnya, hilangnya perhiasan dan dokumen penting itu sudah terjadi sejak Toe sakit, tapi belum begitu parah. Bahkan Toe sempat melaporkan dugaan pencurian itu kepada pihak Polda NTB. Namun laporan Toe tidak diproses lebih lanjut karena polisi beralasan tidak ada saksi yang melihat atau bukti petunjuk lainnya mengarah kepada unsur pencurian. Nyonya Lusi baru mengetahui hal ini setelah diceritakan Toe pada saat sakit keras.

“Saat sakit keras, Toe tidak tinggal di rumahnya karena tidak ada yang mengurusnya, tapi tinggal bersama saya. Saya lah yang mengurus, mulai dari makan minum dan biaya pengobatan Toe. Di situlah Toe bercerita, tentang harta bendanya yang hilang dan persoalan rumah tangganya. Tapi kami tidak terlalu ikut campur, apalagi kami masing-masing disibukan dengan kegiatan usaha yang kami geluti,” kata pemilik Toko Harapan Baru dan Mitra Teknik ini.

Setelah Toe meninggal dan adanya gugatan dari mantan istrinya atas harta peninggalan Toe, tergerak hati Nyonya Lusi dan ahli waris lainnya untuk mengusutnya. Pasalnya, perhiasan dan dokumen berharga itu adalah milik keluarga atau warisan leluhur secara turun temurun.

Karenanya Nyonya Lusi menghimbau siapapun yang telah mengambil perhiasan dan dokumen berharga tersebut untuk segera mengembalikannya. Ketika tidak dikembalikan, Nyonya Lusi meyakini akan ada bala bencana yang menimpa si pengambilnya. Jika dikembalikan secara baik-baik, Nyonya Lusi berjanji tidak akan melaporkannya secara hukum, dan membuka ruang untuk membicarakannya secara kekeluargaan.

“Kami sangat menghargai niat baik siapapun. Karena kami ini keluarga damai yang sangat menginginkan kedamaian,” pungkasnya. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *