SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Desember 2022)–Seiring waktu, teknologi buatan manusia tumbuh. Salah satunya adalah Society 5.0 yang menggunakan teknologi modern berbasis sains (AI, robot, IoT) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat dapat hidup dengan nyaman.
Society in 5.0, yang komponen utamanya adalah manusia yang mampu menciptakan nilai-nilai baru melalui perkembangan teknologi. Society 5.0 sebagai pengembangan lebih lanjut dari revolusi industri 4.0 yang disebut-sebut berpotensi melemahkan peran masyarakat.
Teknologi Society 5.0 mulai diadaptasi oleh penggiat teknologi Indonesia, salah satunya akademisi perguruan tinggi melalui riset dosen maupun mahasiswa. Topik Era Society sedang hangat dibahas oleh akedimisi Perguruan Tinggi di Indonesia.
Melalui Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mengadakan Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Sains (SINTEKSI). Kegiatan perdana yang membahas peran teknologi informasi, komunikasi dan sains dalam menghadapi Era Society 5.0 ini dilaksanakan secara online dan diikuti oleh 217 orang peserta seminar dan 27 pemakalah dari 16 perguruan tinggi.
Yaitu Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Islam Negeri Sumatra Utara Medan, Universitas Budi Darma Medan, Universitas Nusa Mandiri Jakarta, Universitas Saintek Muhammadiyah Jakarta, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Narotama Surabaya, Universitas Islam Negeri Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Teknologi Mataram, Universitas Pendidikan Mandalika Mataram, Universitas Qomarul Huda Badaruddin Lombok Tengah, STMIK Lombok Lombok Tengah, STKIP Paracendikia NW Sumbawa, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), dan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Manggarai.
Adapun 4 pemateri pada SINTEKSI 1, adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkifliemansyah, M.Sc sekaligus Founding Father Universitas Teknologi Sumbawa sebagai Keynote Speaker. Gubernur menyampaikan bahwa peran IT sangat berimpact kepada perkembangan suatu negara.
“Industrisasi tidak mungkin terjadi tanpa sains dan teknologi, dengan adanya IT sistem informasi, daerah yang terpencil, negara berkembang pun bisa bersaing dengan negara maju bahkan bisa lebih dibandingkan negara maju. Harapan saya dengan adanya kegiatan seminar ini tidak hanya berakhir disini saja tetapi dapat memberikan impact kepada masyarakat,” ujarnya.
Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D sebagai pemateri kedua, menjelaskan tentang pemanfaatan IoT dalam menghadapi era society 5.0. Menurutnya, kecanggihan teknologi IoT yang ada saat ini dilihat pada alat-alat elektronik yang selalu terhubung dengan internet secara otomatis.
Memasuki Era Society 5.0, semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan Internet of Things (IoT) dalam operasional mereka. IoT dimanfaatkan mulai dari proses identifikasi model bisnis dan sumber bahan baru, hingga proses merampingkan produksi dan mengelola pengalaman pelanggan. Untuk menguasai bidang IoT harus menguasai beberapa skill salah satunya programming.
Selanjutnya Prof. Kusrini, M.Kom., Guru Besar Universitas AMIKOM Yogyakarta, menyampaikan materi tentang teknologi data. Dijelaskannya, teknologi data sudah diimplementasikan ke berbagai bidang.
“Contoh pemanfaatan teknologi data di berbagai bidang kehidupan, misalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam budidaya mangga dengan mengetahui hama yang muncul di tanaman tersebut sehingga produksi lebih banyak, bidang transportasi dengan melakukan analisis kecepatan dan kepadatan kendaraan di badan jalan, bidang peternakan dengan adanya Digital Farm yaitu teknologi peternakan kambing berbasis teknologi AI dan IOT,” bebernya.
Pemateri selanjutnya, Prof. Dr. Hago Saragih, ST., Guru Besar Universitas Bakri, menyampaikan tentang Sistem Komunikasi Digital dan Security. Diterangkannya, super smart Society adalah sebuah masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan dan teknologi dengan menyelesaikan masalah melalui sistem yang mengintegrasikan dunia maya dan ruang fisik.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana, Yuliadi, M.Kom mengatakan, seminar nasional SINTEKSI 1 adalah kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Informatika sebagai forum pertemuan dosen, peneliti dan mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan sebagai salah satu kontribusi kepada bangsa dan negara sesuai dengan slogan “UTS Membumi dan Mendunia”.
Ketua Program Studi Informatika Rodianto, M.Kom menyampaikan berterima kasih kepada panitia yang telah menyukseskan SINTEKSI 1 dan berharap tahun depan program studi informatika UTS dapat menaikkan level publikasi jurnal ke level yang lebih tinggi guna menarik minat.
“Alhamdulilah SINTEKSI 1 sukses dilaksanakan, saya ucapkan terimakasih kepada panitia yang telah menyiapkan acara ini, kegiatan seminar nasional pertama ini akan dijadikan bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas agar lebih baik lagi,” ucapnya.
Mietra Anggara, ST, MT—Dekan Fakultas Rekayasa Sistem, memberikan apresiasi kepada Program Studi Informatika dan seluruh panitia yang telah menyiapkan acara seminar nasional ini.
“Dengan adanya seminar nasional tersebut dapat memberikan ilmu kepada kita dan manfaat kepada masyarakat, dan berharap kegiatan seperti ini dapat dijadikan acara tahunan Program Studi Informatika,” pungkasnya. (SR)







hі!,I like your writing very much! shаre we communicate extra
about your post on AOL? I need аn expert on this spɑce to unrɑvel my problem.
Maybe that’s you! Looking ahead to see you.