JAKARTA, samawarea.com (30 November 2022)–Film dokumenter karya Harsa Perdana dan Muhammad Farhan berjudul “Sang Punggawa Laut Sumbawa” meraih Juara 2 Eagle Award Documentary Competition (EADC) Metro TV. Kabar gembira ini diumumkan pada Malam Penganugerahan Eagle Award di @america, Mal Pasific Place, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11).
Eagle Awards merupakan kompetisi pembuat film dokumenter pemula yang mengarahkan karirnya untuk menjadi pembuat film dokumenter profesional. Harsa dan Aan tergabung dalam komunitas Sumbawa Cinema Society (SCS) merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) angkatan 2019.
Dengan wajah sumringah, Harsa dan Aan menaiki panggung dan menerima piala Eagle Award dan uang tunai sebesar Rp 15 juta. Saat diminta oleh MC untuk berpidato, Harsa mengucapkan terima kasih kepada komunitas SCS sebagai guru pertamanya dalam pembuatan film. Sedangkan Aan secara spesifik menyebutkan dua nama mentor utama mereka dalam dunia perfilman di Sumbawa yaitu Anton Susilo dan Yuli Andari. Selain itu, Harin–nama narasumber utama dalam film dokumenter
“Sang Punggawa Laut Sumbawa” juga disebutnya. Nama Sumbawa dan UTS terangkat dalam penghargaan bergengsi ini. Turut hadir mendampingi kedua finalis Eagle Award dari Sumbawa, para tokoh masyarakat Sumbawa di Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta Raya (Ikasum Jaya), Rektor dan beberapa dosen UTS yang kebetulan berada di Jakarta.
Untuk diketahui, Harsa dan Aan berhasil menyisihkan 129 karya dari seluruh Indonesia. Harsa dan Aan adalah satu-satunya peserta dengan status mahasiswa bersaing dengan wartawan, peneliti, dan aktivis.
Mengangkat judul Sang Punggawa Laut Sumbawa, film ini menceritakan seorang Punggawa (kapten) Bagang (kapal penangkap ikan) yang ada di Sumbawa dan kehidupannya bersama perkembangan teknologi digital yang mampu memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan seorang nelayan tradisional di pesisir laut Sumbawa.
Dengan teknologi itulah menjadi media yang mampu menyatukan sebuah keluarga yang terpisah karena masalah ekonomi yang kerap dialami oleh masyarakat pesisir.
Harsa dan Aan mengakui bahwa mengikuti ajang film bergengsi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan Sumbawa kepada Indonesia.
“Sumbawa adalah daerah yang kaya dengan cerita, hal itulah yang menjadi motivasi kami untuk mengikuti Eagle Award dengan sungguh-sungguh. Selain untuk memperkenalkan Sumbawa itu sendiri, kami juga mencoba untuk bisa lebih mendalami dunia film dokumenter dan belajar lebih banyak lagi tentang itu,” tutur Harsa.
Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan selamat dan bangga kepada keduanya. Prestasi Harsa dan Aan ini sangat menginspirasi.
“Setiap mahasiswa pasti punya passion nya masing-masing, ada yang memang suka belajar, ada yang suka mengeksekusi ide, ada yang suka meneliti dan bereksperimen dan sebagainya,” ujarnya.
Seperti yang ditunjukkan Harsa dan Aan, keduanya menunjukan passion di bidang film. Mereka dalami dengan sungguh-sungguh, sehingga berbuah dengan menjadi juara di kompetisi nasional EADC 2022.
“Semoga prestasi ini menjadi penyemangat juga untuk para mahasiswa lainnya, bahwa passion kamu adalah jalan aktualisasi diri yang nyata,” pungkas Rektor. (SR)






