Festival Bulan Satangal Resmi Dibuka, Bupati: Sebelumnya Festival Bulan Buntar

oleh -341 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DISKOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (12 November 2022)—“Festival seperti ini mengajarkan kepada kita untuk menghadapi persoalan daerah dengan cara elegan,” ungkap Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM, saat membuka Festival Bulan Satangal rangkaian peringatan Harlah KSB ke-19, di Masjid Agung Darussalam, Jumat (11 November 2022).

Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diberi nama Festival Bulan Satangal, yang tahun sebelumnya diberi nama Festival Bulan Buntar. Bulan Satangal berarti awal bulan yakni memiliki simbol harapan dan cita-cita yang harus diwujudkan dalam rangka membangun KSB.

Bupati menyampaikan beberapa hal terkait dengan isu yang berkembang saat ini. “Semua kita bisa memperjuangkan yang terbaik untuk daerah ini, tetapi kita perlu juga perhatikan norma norma. Melalui festival-festival yang dilaksanakan seperti ini, ini juga melatih kita dan mengajarkan kepada kita untuk bisa memperjuangkan segala sesuatu itu dengan cara yang elegan. Diam itu tidak selamanya salah, kita diam dengan mempertimbangkan kondusifitas daerah tetap terjaga,” tandasnya.

Selama ini Pemerintah Daerah selalu berusaha untuk memperjuangkan mana yang dituntut oleh aturan dan selalu berusaha untuk memperjuangkannya. “Banyak hal yang telah kita perjuangkan tetapi belum mencapai maksimal. Ada juga hal-hal yang aturannya belum jelas, dan juga berkaitan dengan batasan kewenangan yang ada di Bupati,” ujarnya.

Pemerintah KSB selalu berusaha agar keberadaan AMNT bisa menyejahterakan masyarakat. Dalam kebijakan pembangunan smelter, berupaya penuh memberikan dukungan agar smelter ini segera terealisasi dan memberikan dampak terhadap tumbuhnya investasi, dan selanjutnya masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Demikian pula pembangunan bandara yang akan dimulai pada 14 Novemver. PT AMNT tidak memiliki kewajiban membangun Bandara, namun Pemda meminta mereka membangun Bandara.

“Ini semua semata-mata membangun investasi di KSB. Kita promosi daerah kemana-mana dengan membawa tarian, produk khas daerah dan lain lainnya itu belum cukup. Kita harus punya infrastruktur memdai agar turis bisa dengan mudah datang ke KSB. Tamu dari Bali misalnya, mereka berlayar ke KSB, mereka tidak turun tetapi parkir jauh dari pantai. Ini merugikan kita, karena keberadaan SDA kita, kita tidak bisa manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Perjuangan seperti apa yang kita perjuangkan pasti akan mendatangkan manfaat,” ungkap Bupati.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah KSB selaku Ketua Panitia, melaporkan menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Harlah KSB, telah dimulai dari tanggal 26 Oktober yang diawali dengan kegiatan Sumbawa Barat bershalawat, dan malam ini dibuka Festival Bulan Satangal. Sementara itu, Festival Bulan Satangal ini sebelumnya telah dimulai pada tanggal 9 dan rencananya akan selesai pada 18 November.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya yaitu Carnaval Budaya, pawai tingkat TK, SD, SMP, SMA dan umum. Untuk lomba seni yang akan berlangsung nantinya ada dua cabang lomba yaitu lomba shalawatan tingkat desa dan lomba Percusi tingkat SMP dan SMA.

“Sementara ini peserta yang mendaftar dalam lomba shalawat yaitu sebanyak 24 desa dari 57 desa yang ada. Untuk lomba Percusi terdapat 24 peserta dari SMP dan SMA, hingga total peserta sebanyak 48 peserta,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan bahwa di arena telah disiapkan stand UMKM. Terdapat 20 Stand UMKM yang akan turut meramaikan hingga kegiatan selesai nantinya. Dengan tema barema saling satingi, kita akan tumbuhkan semangat gotong royong untuk tujuan kebaikan. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *