DOMPU, samawarea.com (10 Oktober 2022)—Satu korban terluka parah di pergelangan tangan kanan aibat sabetan senjata tajam dalam konflik fisik antara Kelompok Tani Ternak Desa Kempo Kecamatan Kempo, dengan kelompok masyarakat dari Desa Soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Minggu (9 Oktober 2022).
Korban terluka bernama Yusran warga Desa Soritangga. Pemicunya adalah saling klaim lokasi sebagai dampak belum ditetapkannya tapal batas antara dua wilayah tersebut.
Untuk meredam konflik ini 1 SSK/193 personel Brimob Polda NTB dipimpin Komandan Batalyon C Pelopor, AKBP Zulkarnain, terjun ke lokasi. Pasukan ini melaksanakan patroli dialogis khususnya di Desa Sori Tatanga dan Desa Kempo.
Dalam kesempatan tersebut Tim Patroli Brimob, terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungannya masing-masing walaupun saat ini situasi di wilayah Dompu relatif aman dan kondusif.
AKBP Zulkarnain juga menyempatkan waktu untuk berdialog dengan masyarakat. Menerima Informasi serta keluhan masyarakat terkait situasi kamtibmas di Kabupaten Dompu.
“Kita sebagai masyarakat jangan takut dengan kejahatan, namun tetap waspada. Apabila ada keluhan, silahkan, jangan ragu untuk melaporkan kepada kepolisian setempat. Jangan main hakim sendiri,” pesannya.
Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol Komaruz Zaman yang dihubungi via telepon menyatakan bahwa personilnya siap dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan prima di setiap aktifitas masyarakat. Ini sebagai bentuk keseriusan jajarannya agar Kamtibmas di wilayah Dompu selalu aman dan kondusif. (SR)






