SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3 September 2022)–Dana Indonesiana 2022 merupakan dana abadi kebudayaan yang mendukung pemajuan kebudayaan Indonesia secara stabil dan berkelanjutan.
Dana Indonesiana oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diperuntukan bagi perorangan, komunitas maupun organisasi yang bergerak di bidang kebudayaan.
Salah satu Dosen Program Studi Informatika Fakultas Rekayasa Sistem Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Shinta Esabella, S.T.,M.TI adalah pengusul Program Dana Indonesiana Tahun 2022 untuk program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif (PKKI). Proposal yang diusulkan untuk katagori perorangan ini mampu bersaing dengan 5000 proposal se Indonesia.
Dengan masuk dalam 300 proposal terpilih, Shinta telah menandatangani kontrak kerja dan mengikuti Lokakarya Dana Indonesiana di Jakarta 20-24 September 2022 lalu.
Dalam program PKKI, Shinta mengangkat judul “Media Literasi Berbasis Aplikasi Smartphone Android dalam Mengenalkan Kebudayaan Sumbawa kepada Penyandang Disabilitas Netra”.
Tujuan dalam penelitiannya adalah menghasilkan aplikasi untuk memenuhi hak kebudayaan bagi penyandang disabilitas netra dalam memperoleh kesamaan dan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif pada kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Sumbawa.
Sebelum mengusulkan proposal Dana Indonesiana ini, Shinta aktif dalam penelitian dalam bidang kebudayaan.
Pada tahun 2018 Shinta pernah meraih Hibah Nasional Ristek Dikti dengan judul “Aplikasi Ensiklopedia Kebudayaan Sumbawa Berbasis Web”, di tahun 2019 berjudul “Aplikasi Portal Oleh-oleh Khas Sumbawa” pendanaan Ristek Dikti, dan pada tahun 2021 memperoleh hibah program NECTION (One Lecture One Innovation) UTS dengan judul “Pengembangan Kamus Bahasa Sumbawa Indonesia Inggris”.
Dengan diraihnya hibah dana Indonesiana, Shinta bersama tim yakni Aan Widhi Atma, MM., Titi Andriani,MT., Sutan Syahril, S.Sos., Yana Karisma,MA., M. Hidayatullah,MSc., Rodianto, M.Kom., Bayu Fajar Pratama, S.Kom., Erwin Mardinata, MM.Inov., Tri Susilawati, MSi., Nora Dery Sofya, MM.Inov dan Nawassyarif, MPd., akan menjalankan program mulai Oktober 2022 hingga Juli 2023 mendatang.
Shinta mewakili tim berharap hasil penelitian tersebut dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di sektor kebudayaan dan pariwisata yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas netra, serta dapat meningkatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas netra atas dasar kesamaan dalam berbagai aspek kehidupan di masyarakat.
Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D memberikan selamat atas keberhasilan Shinta dan Tim meraih program hibah.
“Selamat kepada Bu Shinta dan tim, ini menjadi pencapaian yang tentunya membanggakan. Semoga program yang akan dijalankan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Kami terus berupaya memberikan dukungan kepada segenap civitas akademika UTS, untuk senantiasa memberikan hal positif di tengah masyarakat, mewujudkan bagian dari visi UTS yakni bermanfaat bagi semesta alam,” pungkasnya. (SR)







Keren bu dosen