Tim PKM-PI UTS Ciptakan Mesin Pengering Rengginang Otomatis Berbasis Internet

oleh -1335 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 September 2022)–Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)-PI Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berhasil menciptakan Mesin Pengering Rengginang Otomatis menggunakan Arduino ATmega328 berbasis Internet of Things (IoT). Mesin tersebut telah diserahan kepada mitra program pengusaha rengginang, Selasa (6 September 2022) di Workshop FRS UTS.

ebelumnya tim ini lolos hibah pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2022. Lolosnya pendanaan Tim PKM-PI yang beranggotakan lima mahasiswa terdiri dari Wira Febrian dari Prodi Teknik Mesin (Ketua Tim), I Kadek Widiasa (Prodi Teknik Mesin), Andini Wulandari (Prodi Informatika), Ariyo Banjardana (Prodi Teknik Elektro) dan Nilam Juniarta Widuri (Prodi Teknik Mesin), yang dibimbing Mietra Anggara, ST., MT.

Mesin dibuat untuk meningkatkan produktivitas usaha. Target dari mesin pengering rengginang otomatis ini adalah sebagai pengontrol panas dan waktu, mengatur proses pengering melalui handphone dalam meningkatkan produktivitas usaha rengginang mitra program.

Menurut mitra program, bahwa dengan alat ini mereka sangat terbantu dalam produksi rengginang. Biasanya rengginang diproduksi 2 kg per hari, kini dengan alat tersebut bisa meningkat 2-3 kali lipat.  Sebelumnya juga untuk pengeringan rengginang membutuhkan waktu 2-3 hari. Dengan alat temuan mahasiswa UTS ini hanya 3-4 jam. Artinya ada efisiensi waktu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara PKM dan Tim PKM-PI Mesin Pengering Rengginang Otomatis UTS yang telah membantu kami dalam meningkatkan produktivitas usaha rengginang,” ujarnya.

Sementara Mietra Anggara selaku pembimbing tim kegiatan PKM-PI menyampaikan, hadirnya alat ini banyak memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. Di antaranya, temperatur pengeringan dapat dikontrol, waktu pengeringan lebih cepat, jumlah produksi lebih banyak, dan produk aman dari debu, dan hewan. Selain itu pengoperasian dan monitoring menggunakan IoT dapat melalui handphone. “Penggunaan IoT ini membuat pengusaha mudah dalam mengecek mesin pengering sudah selesai beroperasi atau belum,” imbuhnya.

Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D mengapresiasi output dari Tim PKM-PI UTS. Keberadaan mesin tersebut pasti sangat bermanfaat bagi pelaku usaha.

“Sebagai kampus berbasis teknologi, sudah seyogyanya kita mampu menciptakan berbagai solusi ala UTS, sehingga masyarakat terbantukan, dengan pemanfaatan teknologi dan lewat program semacam ini. Terima kasih atas kerja keras tim PKM-PI Wira dan kawan-kawan juga Pak Mietra,” ucapnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *