Atasi Kebutuhan Pakan Unggas, KKL UNSA Latih Warga Lamenta Buat Maggot

oleh -448 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 Agustus 2022)–Melatih warga membuat maggot (Black Soldier Fly), menanam tanaman unggulan dan hortikultura, menjadi salah satu program KKL Tematik Mahasiswa Univeraitas Samawa (UNSA) Tahun 2022 khususnya Kelompok V Desa Lamenta, Kecamatan Empang.

Penanggungjawab Program Desa Ketahanan Pangan Kelompok V Desa Lamenta, Dewi Yusro Nabila mengungkapkan, bahwa pelatihan pembuatan maggot didasarkan pada cuaca panas di wilayah setempat sehingga mengakibatkan kurangnya gizi terhadap hewan peliharaan terutama jenis unggas. Selain itu penanaman tanaman unggulan dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Sementara Ketua Kelompok Tani Aipit, Safruddin, S.AP menyampaikan terima kasih atas program yang diluncurkan mahasiswa KKL UNSA ini. Ia menilai program tersebut telah mengedukasi warga bagaimana cara mengelola sampah organic sehingga bermanfaat.

Selain itu program itu sangat bermanfaat. Seperti pembuatan maggot sejenis belatung yang dikonsumsi hewan jenis unggas. Sedangkan penanaman tanaman hortikultura, untuk mendorong peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura secara berkelanjutan.

“Kami akan terus melanjutkan program ini agar terpenuhinya kebutuhan pakan ternak terutama unggas. Karena bahan pembuatan maggot sangat mudah dan tidak mahal, kemudian tanaman unggulan dan hortikultura ini sebagai solusi atas ketersediaan pangan serta penyejuk lingkungan,” jelasnya.

Kepala Dusun Marga Damai, Abdul Muji menyatakan sangat mendukung program yang telah dilaksanakan KKL UNSA Kelompok V di Desa Lamenta. Sebagai bentuk dukungannya, pemerintah desa menyediakan bahan-bahan pembuatan maggot, bibit tanaman unggulan dan holtikultura.

Saat ini kebutuhan pakan unggas sangat tinggi dan terbilang mahal jika dibeli para peternak. Karenanya pelatihan pembuatan maggot menjadi solusi dari kebutuhan itu. “Kepada masyarakat yang dilatih oleh adik-adik KKL, kami berharap dapat menggunakan maggot sebagai bahan pakan ternak unggas serta menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanami,” himbaunya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *