SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Juli 2022)–Kelompok Tani Kokar Beru, Desa Selante, Kecamatan Plampang, merasa kecewa dengan sikap Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa. Sebab sampai saat ini belum merealisasikan bantuan mesin Combine Harvester, usulan Tahun 2021.
Padahal kelompok tani tersebut telah ditetapkan sebagai penerima bantuan combine dari Kementerian Pertanian. Yang membuat kelompok tani ini semakin kecewa, setelah mendengar informasi bahwa bantuan itu akan dialihkan kepada kelompok tani lainnya.
Ketua Kelompok Tani Kokar Beru, Samidin yang dihubungi samawarea.com, Senin (25/7/2022), mengakui sampai sekarang belum menerima bantuan Combine Harvester, padahal telah direalisasikan Kementerian Pertanian RI untuk usulan Tahun 2021 lalu.
Ia mengaku telah dua kali menemui Kadis Pertanian untuk meminta klarifikasi dan kebijakan. Kepadanya Kadis mengatakan bahwa belum diberikannya bantuan combine itu karena kelompoknya telah dua kali mendapat bantuan serupa.
Diakui Samidin, sebelumnya, Tahun 2019, kelompoknya mendapat bantuan combine kecil merk China. Ketika dioperasikan, hasilnya kurang memuaskan, bahkan membuat kelompok taninya merugi.
Karena itu kelompoknya kembali mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan combine berkapasitas besar, dengan harapan produksi padinya maksimal dan hasilnya baik.
“Proposal kami ajukan ke Kementerian Pertanian RI melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Proposal disetujui sehingga kelompok kami tercatat dalam daftar sebagai penerima bantuan Combine Harvester dari Kementerian,” ungkapnya.
Samidin menyesalkan sikap Kadis Pertanian Sumbawa yang sampai sekarang belum menyerahkan bantuan itu. Kadis juga tidak bisa mengalihkan begitu saja bantuan yang menjadi hak kelompoknya kepada kelompok tani lainnya.
“Kami yang mengusulkan proposal, memperjuangkannya dan direalisasikan dengan mencatat nama kelompok kami sebagai penerima bantuan. Sekarang mau diberikan kepada kelompok lain yang tidak memperjuangkannya. Inikan tidak elok,” ketusnya.
Terhadap persoalan ini, Samidin mengaku telah bersurat kepada Bupati Sumbawa. Ia berharap Bupati dapat memberikan solusi yang tidak merugikan kelompoknya.
Dikonfirmasi terpisah, Kadis Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, mengatakan belum diberikannya bantuan combine kepada Kelompok Tani Kokar Beru, Desa Selante, Kecamatan Plampang ini karena adanya laporan masyarakat. Salah satunya kelompok tersebut dikatakan telah mendapat bantuan serupa sebelumnya.
Saat menghadiri pertemuan Musrenbangnas di Jakarta, Kadis mengaku langsung mengonsultasikan peroalan itu kepada pihak pemberi bantuan. Pihak Kementerian pun menyarankan agar Dinas Pertanian Sumbawa berkoordinasi dengan Inspektorat agar tidak terjadi persoalan hukum di kemudian hari. Menindaklanjuti saran ini, pihaknya sudah bersurat ke Inspektorat Daerah.
“Sampai sekarang kami masih menunggu petunjuk dari Inspektorat. Petunjuk inilah yang menjadi acuan kami untuk memberi atau tidak bantuan combine itu kepada Kelompok Tani Kokar Beru. Biar kami tidak salah langkah,” tegasnya. (SR)






