Oleh: Nur Atiqah
Prodi: PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Mataram
Sebagai seorang pendidik banyak sekali permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses menempuh pendidikan. Terutama yang sering terjadi adalah permasalahan pada peserta didik itu sendiri. Misalnya, rendahnya kemampuan berpikir siswa yang disebabkan oleh kurangnya siswa dalam mengetahui informasi terkait dengan pendidikannya, kurangnya membaca buku dan lebih mementikan main hp untuk mencari tau sesuatu diluar pendidikan yang seharunya buku adalah bacaan untuk membuka wawasan berpikir siswa.
Oleh sebab itu guru sebagai pendidik harus menanamkan pemikiran kritis terhadap peserta didik dimana pemikiran kritis ini sangat berguna bagi peserta didik untuk merubah pemikiran dan mendorong semangatnya dalam proses menerima materi pelajaran yang di sampaikan oleh pendidik dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi baik masalah pribadinya maupun masalah dalam pendidikannya.
Proses pembelajaran yang menggunakan berpikir kritis berpengaruh terhadap sikap dan perilaku peserta didik dalam mempraktekkan jenis pelajaran yang difahami, berpikir kritis tidak hanya dilakukan oleh peserta didik akan tetapi pendidik juga harus lebih bisa menerapkan proses berpikir kritis di saat mengajar.adapun hal-hal yang meliputi pemikiran kritis adalah yang pertama, menganalisis permasalahan. Kedua, memahami masalah dan tekun dalam menyelesaikan masalah. Dan yang terakhir adalah harus mampu mencarikan solusi terhadap suatu permasalahan.
Kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis dapat menjadi modal siswa dalam memecahakan suatu permasalahan dengan yakin dan logis. Pemikiran krititis ini juga bertujuan untuk membantu siswa dalam menganalisis informasi yang didapatkan sehingga peserta didik dapat menyimpulkan dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam proses pendidikannya. (*)






