SUMBAWA—Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah mengajak segenap masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk tetap melakukan budaya tabayyun dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan sesuatu yang hanya bersumber dari potongan video. Hal ini diungkapkan Bupati yang juga Ketua DPC NU Sumbawa ini, menanggapi polemik pengeras suara di masjid yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat.
Menurut Bupati saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H di Mesjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Senin (28/2), penerbitan surat edaran yang mengatur pengeras suara masjid dan musholla memiliki tujuan yang baik.
“Beliau, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menerbitkan aturan tersebut merupakan tokoh dari organisasi Islam terbesar di Indonesia. Beliau juga putra dari seorang ulama besar, Almaghfirullah Kiayi Cholil Bisri, Rembang. Jadi Insya Allah niat beliau pasti baik,” ujar Bupati.
Bupati berharap masyarakat tidak perlu membesar-besarkan persoalan tersebut, agar persatuan umat Islam serta kondusifitas daerah tetap terjaga. Bupati menjamin, suara adzan maupun lantunan ayat suci Al-Qur’an dari masjid/musholla tetap berkumandang di tengah-tengah masyarakat, yang diharapkan melahirkan kesejukan, kedamaian serta keberkahan bagi masyarakat Sumbawa.
Di bagian lain, Bupati mengajak kaum muslimin untuk segera mempersiapkan diri dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini.
“Buatlah rencana-rencana kegiatan yang diselenggarakan di masjid-mAsjid, musholla-musholla, disamping persiapan melaksanakan shalat tarawih, tadarusan dan kuliah subuh. Mulailah dari sekarang merencanakan kegiatan lain yang tidak kalah besar makna dan manfaatnya, misalnya lomba hafal Al-Qur’an, lomba tartil Al-Qur’an, lomba Adzan bagi anak-anak,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati tetap mengingatkan, karena kondisi Kabupaten Sumbawa saat ini belum sepenuhnya terbebas dari pandemi Covid-19, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya.
Untuk diketahui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H dihadiri Wakil Bupati, Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd, Ketua DPRD Sumbawa, A. Rafiq, Sekretaris Daerah, Drs. H. Hasan Basri MM, Anggota DPRD, Kepala OPD, Camat, dan para alim ulama.
Dalam dakwah islamiyah yang disampaikan Ustadz Lutfi Roddin, S.Ag mengupas kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW mendapat perintah shalat dari Allah SWT dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
Peristiwa Isra’ merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Saat itu Nabi melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dengan menaiki Buraq dan ditemani Malaikat Jibril AS.
Sedangkan Mi’raj merupakan perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di lapisan langit ke tujuh. Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad berjumpa dengan Allah SWT. Pada peristiwa itulah Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk melaksanakan shalat lima waktu.
Menurut Ustadz Lutfi, momentum peringatan Isra’ Mi’raj hendaknya dapat menjadi motivasi besar bagi seluruh umat Islam. Yang paling utama adalah menjadi orang yang soleh dan solehah serta mencontoh sifat teladan Nabi Muhammad SAW. (SR)






