Pemprov Gelar Magang Sektor Pertambangan, Sumbawa dan KSB Dijatahi 100 Orang

oleh -377 Dilihat
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP didampingi Kabid Latas, Junaidi S.Pd., M.Pd menggelar Rapat Koordinasi bersama Sekretaris Disnakertrans KSB, Amri Rahmansyah SE. Didampingi Kabid Latas Penta, Rus'an SAP, Kasi Latas Abdul Rahman SE dan Instruktur Ahli Madya, Yudhi Ardiansyah S.Sos, Kamis (3/2)

SUMBAWA—Animo masyarakat Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mengikuti Program Pelatihan Pola Magang di Sektor Pertambangan, cukup tinggi. Sebanyak ratusan orang ikut mendaftar yang dibuka pada 29—31 Januari 2022 lalu. Dari ratusan orang ini, nantinya akan dipilih 100 orang, masing-masing 50 orang dari Kabupaten Sumbawa dan KSB.

“Saat ini masih dalam proses seleksi dan hasilnya akan diumumkan pada 10 Februari 2022 mendatang,” kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP didampingi Kabid Latas, Junaidi S.Pd., M.Pd saat ditemui samawarea.com usai menggelar pertemuan dengan Sekretaris Disnakertrans KSB beserta rombongan di ruang kerjanya, Kamis (3/2).

Dikatakan pejabat yang akrab disapa Doktor Budi ini, Program Pelatihan Pola Magang ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Biasanya tahun-tahun sebelumnya diarahkan untuk sektor ritel, pariwisata dan lainnya. Namun tahun ini Pemerintah Provinsi NTB mengarahkan pelatihan pola magang ini khusus di sektor pertambangan.

Untuk Pulau Sumbawa, lanjut Doktor Budi, kegiatan tersebut dilakukan oleh dua kabupaten yaitu Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat dengan jumlah 100 orang. “Dua kabupaten ini sudah sepakat untuk membagi secara proporsional jumlah peserta magang, yakni masing-masing 50 orang dengan kegiatan pelatihan pola magang ini dilaksanakan di KSB,” jelasnya.

Pelatihan Pola Magang di Sektor Pertambangan ini ungkap Doktor Budi, dilaksanakan selama 5 bulan mulai Bulan Februari sampai Juli 2022. Untuk Kabupaten Sumbawa, persyaratan peserta magang lebih ketat yakni lulusan SMK, Diploma dan S1. Lebih spesifik lagi adalah kejuruan las listrik, instalasi listrik, bubut, drafter (tukang gambar), scaffolding (tim perancang) dan alat berat, karena lebih diarahkan untuk pekerjaan di bidang konstruksi.

Ia berharap dari pelatihan ini, para peserta magang mempunyai keterampilan terkait dengan kejuruaan yang dilaksanakan. Dari pelatihan ini juga para alumni akan mendapatkan sertifikasi. Dengan sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa mereka telah berkompeten. Tentunya akan mudah mengakses kesempatan kerja yang ada.

“Jika nanti di sektor tambang ada peluang kerja, tentu mereka menjadi prioritas,” imbuhnya, seraya menilai program pelatihan ini sangat penting dan berharap ke depan jumlah pesertanya semakin diperbanyak.

Hal senada dikatakan Sekretaris Disnakertrans KSB, Amri Rahmansyah SE. Didampingi Kabid Latas Penta, Rus’an SAP, Kasi Latas Abdul Rahman SE dan Instruktur Ahli Madya, Yudhi Ardiansyah S.Sos, Sekdis Amri menyatakan, bahwa dunia kerja membutuhkan tenaga yang terlatih dan memiliki skill, salah satunya ditandai dengan adanya sertifikasi. Karenanya program pelatihan pola magang ini sangat tepat untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi.

“Kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan sudah sangat jelas. Yaitu mempersiapkan tenaga kerja berkompeten salah satunya dari pelatihan yang tepat. Dan orang yang telah berkompeten akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk diterima di dunia kerja,” pungkasnya. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *