Lombok Tengah Jadi Episentrum Baru di NTB

oleh -775 Dilihat

MANDALIKA–Perkembangan yang dialami Kabupaten Lombok Tengah cukup pesat sehingga menjadi episentrum baru di NTB. Hari ini adalah hari kedua pra-musim atau free session MotoGP, dan banyak tamu di bandara. Diharapkan pengunjung yang datang suatu saat nanti akan berkunjung ke tempat yang sangat indah ini.

Demikian diungkapkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada kegiatan Festival Olahraga Seni Budaya dan Permainan Tradisional bertempat di Taman Wisata Aiq Bukak Batukliang Utara Lombok Tengah, Sabtu (12/2).

“Saat mengelilingi Lombok Tengah, saya saksikan banyak anak-anak muda yang sudah memiliki property yang luar biasa mahalnya, tapi mereka bukan orang dari kita, bukan karena kaya, bukan karena punya uang tetapi karena pendidikan dan ilmu pengetahuan, mereka mampu menyapa dan menghampiri sumber finansial di seluruh dunia,” ujar Gubernur yang akrab disapa Bang Zul.

Ditambahkan Bang Zul, membangun destinasi wisata tidak cukup dengan menari, joget-joget, dan menghibur seketika saja, tetapi memerlukan beberapa anak muda untuk di-upgrade kemampuan melalui pendidikan untuk kemudian memikirkan pengembangan finansial destinasi wisata di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Lalu  Hizzi, S.Pd menjelaskan, KORMI ini sejajar dengan KONI. Semua jenis olahraga non prestasi atau olahraga tradisional, dan sport tourism, terakomodir di KORMI termasuk senam Zumba dan senam-senam kreasi lainnya.

“Kami butuh perhatian dari pemerintah daerah agar olahraga non prestasi ini betul-betul diperhatikan dan didukung sepenuhnya untuk keberlangsungan kedepannya,” jelas Lalu Hizzi.

Disebutkan Lalu Hizzi, ada beberapa jenis permainan tradisional. Di antaranya Gangsingan yang terpusat di Kopang, Presean terpusat di Senet, sementara Bejaguran Ngelanjakan masih diupayakan untuk dilaksanakan. Untuk Desa Karang Sidemen sesuai permintaan akan menjadi pusat permainan Enjrang atau Enjang-enjang.

“Semoga Festival Olahraga Seni Budaya dan permainan tradisional ini bisa mengolahragakan semua masyarakat karena 5 tahun masyarakat disibukkan dengan urusan politik Pilpres, Pilgub, Pilkades dan seterusnya. Sehingga lupa berolahraga. Karena motto KORMI adalah Sehat Bugar dan Gembira,” tandasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *