Launching Sabtu Budaya, Wabup: Tidak Ada Toleransi Bagi Guru Tak Bermoral

oleh -550 Dilihat
SUMBAWA–Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany, S.Pd. M.Pd., disambut meriah dengan berbagai kesenian khas Sumbawa oleh siswa-siswi, pada Launching Sabtu Budaya dan Budaya Literasi wilayah Kecamatan Empang dan Tarano, di SMPN 1 Empang, Kamis (17/2) pagi. Hadir mendampingi Wabup, Kadis Dikbud Dr. Ikhsan Safitri M.Sc dan Kepala Dispusip, H. Sahril S.Pd., M.Pd.
Wakil Bupati, sangat mengapresiasi lauching Sabtu Budaya dan Budaya Literasi tersebut serta berharap setiap kesenian khas Tau dan Tana’ Samawa yang ditampilkan agar tetap dilestarikan.
Diungkapkan Wabup di hadapan para tenaga pendidik dan siswa se-Kecamatan Empang dan Tarano, Pemerintah Daerah telah menerbitkan Perbup No. 33 Tahun 2021, tentang Pendidikan Karakter. Menurutnya, penanaman pendidikan karakter sejak dini sangat dibutuhkan, terlebih di era digitalisasi yang kian pesat.
Wakil Bupati yang akrab disapa Novi juga menegaskan, tidak ada toleransi bagi tenaga pendidik yang tidak bermoral di Kabupaten Sumbawa. Guru harus menjadi contoh dan tauladan yang baik bagi siswa, terutama dalam prilaku.
Pada kesempatan meriah itu, Wabup mengajak semua untuk gemar membaca, sebagai wadah menambah ilmu pengetahuan dan membuka cakrawala berfikir. “Minat baca kita masih rendah, mari membaca untuk hidup lebih berwarna,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Dr. Ikhsan Safitri mengaku kagum dengan sambutan yang sangat meriah dari para siswa-siswi dengan menampilkan beberapa kesenian daerah seperti Ngumang, senam kreasi baru dan lainnya.
“Kegiatan Sabtu Budaya ini sebagai upaya melestarikan budaya Sumbawa dengan penanaman nilai nilai karakter berbasiskan budaya lokal, yaitu saling satingi, saling pendi, dan saling beme,” jelasnya.

Kegiatan Sabtu Budaya juga merupakan implementasi dari Peraturan Bupati Sumbawa No. 33 Tahun 2021 tentang Pendidikan Karakter, bukan hanya harus ditanamkan kepada para peserta didik namun juga para guru yang harus memberikan keteladanan yang baik.

“Jangan sampai ada lagi oknum guru yang justru tidak memberikan proteksi atau perlindungan yang baik kepada peserta didik. Harus memberikan pengayoman dan transformasi nilai-nilai karaktar yang baik seperti sopan santun, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia,” imbuhnya, seraya menambahkan bahwa kecerdasan intelektual harus dibangun di atas pondasi yang kokoh, dan nilai moralitas yang baik.

Di tempat yang sama, Camat Empang, Abdul Rais SH mengatakan kehadiran Wakil Bupati sebagai Bunda Literasi  menjadi motivasi dalam memelihara dan merawat budaya secara berkesinambungan, di samping memacu semangat baca masyarakat khusus anak sekolah.

Di bagian lain, Camat meminta masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas daerah dan mendukung percepatan vaksinasi serta menerapkan prokes dalam setiap kegiatan.  (BUR/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *